Ketidakpuasan memuncak Nelayan Touna Mengamuk DPRD jadi sasaran Tolak Survei Seismik

waktu baca 2 menit
Selasa, 23 Des 2025 16:00 139 Redaksi

Gobidik.com- Touna, Aksi unjuk rasa ratusan nelayan di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, berujung ricuh. Sejumlah kaca jendela Kantor DPRD Tojo Una-Una pecah saat massa menyampaikan penolakan terhadap Program Survei Seismik 3D Gorontalo Offshore, Selasa (23/12/2025).

Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan tidak hanya terjadi pada kaca jendela gedung DPRD yang berada di Jalan Merdeka, Kelurahan Uentanaga Atas, Kecamatan Ampana Kota. Sejumlah pot bunga di pekarangan kantor DPRD juga pecah akibat aksi tersebut.

Koordinator aksi, Muhaammat Salam, menegaskan penolakan nelayan terhadap survei seismik karena dinilai merugikan mata pencaharian mereka. Ia menyebut sejumlah rumpon milik nelayan telah di putus secara sepihak akibat aktivitas terebut

Rumpon nelayan sudah ada yang diputus. Kami mempertanyakan sikap DPRD dan pemerintah, apakah benar-benar berpihak kepada rakyat? ” Tanya Salam dalam orasinya.

Diketahui Ratusan Survei Seismik 3D Gorontalo Offshore. Program ini merupakan proyek strategis nasional yang dilaksanakan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memetakan potensi minyak dan gas bumi (migas) di bawah permukaan laut.

Survei tersebut direncanakan berlangsung di wilayah Cekungan Gorontalo, khususnya perairan Teluk Tomini, yang meliputi wilayah lepas pantai Kabupaten Parigi Moutong dan sebagian perairan Kabupaten Tojo Una-Una. Para nelayan khawatir aktivitas survei migas itu berdampak buruk terhadap ekosistem laut serta keberlangsungan mata pencaharian mereka.

Sebelum mendatangi Kantor DPRD, massa aksi lebih dahulu melakukan unjuk rasa di Polres, Dinas Perikanan, hingga Kantor Bupati Tojo Una-Una. Namun karena tidak mendapatkan jawaban yang dianggap memuaskan, massa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD.

Aksi diterima langsung oleh Ketua DPRD Tojo Una-Una, Gusnar Suleman. Massa meminta DPRD secara tegas menolak kegiatan survei tersebut. Namun karena dinilai belum memberikan jawaban yang jelas, massa membakar ban tepat di depan pintu masuk gedung DPRD.

api membesar dan asap hitam mengepul di pelataran kantor DPRD, Situasi sempat memanas sebelum akhirnya aparat keamanan TNI,Polri,Kejaksaan,Pol PP,melakukan pengamanan.

Sekitar pukul 14.35 WITA, Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, SH,Menemui massa aksi di Kantor DPRD. Ia menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan menyampaikan tuntutan penolakan nelayan.

Namun, massa aksi yang belum puas meminta bupati menandatangani pernyataan sikap penolakan terhadap segala bentuk kegiatan survei migas di wilayah Touna

Akhirnya, Bupati Tojo Una-Una, Ketua DPRD, Kapolres, serta perwakilan nelayan menandatangani kesepakatan bersama. Aksi unjuk rasa pun berakhir dengan damai.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA