Semarak Pawai Obor Sambut Ramadhan 1447 H di Buol, Simbol Syiar Islam dan Penguat Persaudaraan Umat

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Feb 2026 22:02 299 Redaksi

Gobidik.com – Buol – Sulawesi Tengah, Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, ratusan warga Kabupaten Buol tumpah ruah mengikuti kegiatan pawai obor yang dipusatkan di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol, Senin (16/2).

Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.

Acara diawali dengan sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol, Dr. H. Nurkhairi, S.Ag., M.Si., yang secara resmi melepas peserta pawai.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pawai obor bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan simbol cahaya keimanan dalam menyambut bulan penuh berkah.

“Obor yang dinyalakan malam ini melambangkan tekad untuk menerangi hati dengan iman, mempererat persaudaraan, serta memperkuat nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Camat Biau Kahar Lamaka, S.Sos., Ketua Umum H.R.I Al-Fatih Kabupaten Buol Ust. Zaenal Saboi, S.Pd.I., Hafidh, jajaran pengurus Al-Fatih, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai unsur organisasi keagamaan.

Rute pawai dimulai dari halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol sebagai titik awal dan berakhir di kawasan Anjungan Leok sebagai titik akhir.

Sepanjang perjalanan, peserta berjalan tertib sambil mengumandangkan shalawat dan seruan menyambut Ramadhan, menciptakan suasana religius yang menggugah semangat spiritual masyarakat.

Ketua Umum H.R.I Al-Fatih Kabupaten Buol dalam orasinya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur dan kegembiraan umat Islam dalam menyambut bulan rahmat dan ampunan.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kepedulian sosial.

“Ramadhan adalah bulan pendidikan jiwa. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat karakter, menjaga persatuan, dan membangun masyarakat yang harmonis,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua yang turut membawa obor dan spanduk bernuansa Islami.

Selain menjadi ajang syiar, pawai ini juga menjadi ruang silaturahmi lintas generasi.

Kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan dukungan aparat keamanan serta panitia pelaksana.

Pemerintah daerah bersama Kementerian Agama berharap tradisi positif seperti ini terus dijaga sebagai bagian dari budaya religius yang memperkuat nilai kebersamaan dan moderasi beragama.

Dengan semangat Ramadhan 1447 H, masyarakat Buol menunjukkan bahwa cahaya obor bukan hanya menerangi jalan, tetapi juga menyalakan harapan akan kehidupan yang lebih harmonis, religius, dan penuh keberkahan.

Momentum ini menjadi bukti bahwa semarak menyambut Ramadhan bukan hanya milik satu daerah, melainkan bagian dari denyut spiritual umat Islam Indonesia dalam menyambut bulan suci dengan penuh suka cita dan persatuan.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA