

Gobidik.com- Touna- Pasangan suami istri yang berprofesi sebagai petani, warga Desa Cendana, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, dikejutkan oleh suara tembakan yang diduga berasal dari sekelompok orang yang diduga kuat merupakan petugas.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar pondok tempat tinggal korban dan memicu ketakutan warga setempat.
Informasi yang dihimpun media ini, kejadian tersebut berlangsung sekitar sepekan lalu.
Saat media ini mendatangi lokasi pada Rabu (24/12/2025) dan meminta keterangan, saksi mata berinisial R mengaku dirinya dan sang istri sontak terkejut setelah mendengar suara tembakan sebanyak kurang lebih tujuh kali.
Menurut R, saat kejadian dirinya berada tidak jauh dari pondok, sementara sang istri berada di dalam pondok. Ia mengaku dipanggil oleh istrinya yang panik mendengar suara letusan tembakan.
“Waktu kejadian itu saya dipanggil istri saya karena ada suara tembakan. Kami kaget dan takut, apalagi suara tembakan dekat dengan pondok. Istri saya takut karena arah tembakan tidak diketahui, jangan sampai ada peluru nyasar,” ujar R dengan nada masih terlihat trauma.
Petani yang menggantungkan hidup dari hasil kebun itu mengatakan, setelah mendatangi lokasi, ia melihat sekelompok orang yang diduga petugas sedang memasang spanduk himbauan.
Kelompok tersebut kemudian secara bergantian melepaskan tembakan ke satu arah tertentu.
“Mereka bergantian menembak ke satu arah, seperti latihan menembak. Kami tidak tahu sasaran apa yang ditembak, arahnya lurus seperti menembak balok atau botol,” jelasnya.
R juga mengungkapkan bahwa kelompok tersebut mengenakan pakaian rapi menyerupai seragam dinas. Salah satu di antaranya memegang senjata yang diduga senjata api dengan panjang sekitar setengah meter.
“Senjatanya panjang, sekitar setengah meter, seperti senjata lipat. Saya yakin itu senjata api,” ungkapnya.
Saat R mendekat ke lokasi, ia mengaku tidak mendapatkan penjelasan apa pun. Kelompok tersebut justru terlihat tertawa dan tetap fokus melakukan tembakan.
“Waktu saya datang, mereka hanya tertawa-tawa dan sempat bertanya saya dari mana,” tambah R.
Sementara itu, istri R yang berinisial RM mengaku sangat ketakutan mendengar suara tembakan yang terdengar berulang kali.
“Saya bilang ke suami saya, tolong ke sana lihat ada apa, karena sudah beberapa kali bunyi tembakan. Kami takut, jangan sampai ada peluru nyasar,” kata RM.
RM juga menyayangkan tindakan kelompok tersebut yang dinilainya tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
“Kalau mau melepaskan tembakan, seharusnya periksa dulu lingkungan dan lihat apakah ada warga di sekitar,” tegasnya.
Menurut keterangan warga, usai melakukan tembakan, kelompok tersebut tidak lama kemudian meninggalkan lokasi dengan menggunakan perahu kayu yang menyerupai speed.
Terpisah, Kepala Desa Cendana Abdul Manan saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya menerima laporan dari warga terkait kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi saksi mata, kelompok tersebut diduga menggunakan senjata api.
Saat dikaitkan dengan aktivitas perburuan hewan, Abdul Manan mengakui bahwa wilayah tersebut sebelumnya memang pernah menjadi lokasi perburuan rusa. Namun, ia menegaskan aktivitas tersebut sudah lama tidak terjadi.
“Biasanya memang ada perburuan rusa, tapi sudah lama sekali, sekitar delapan tahun terakhir tidak ada lagi. Kalau pun ada pemburu, biasanya mereka berkoordinasi langsung dengan pemerintah desa,” jelas Abdul Manan, Rabu (24/12/2025).
Ia mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut, terlebih tidak adanya pemberitahuan kepada pemerintah desa.
“Kami sebagai aparat desa sangat menyayangkan kejadian ini. Apalagi jika benar menggunakan senjata api, tentu ada SOP yang harus dipatuhi. Seharusnya ada pemberitahuan resmi ke desa jika mereka memang petugas,” tegasnya.
Pantauan media ini di lokasi kejadian menemukan sebuah spanduk himbauan yang terpasang tepat di belakang salah satu bangunan warga, Spanduk tersebut berisi larangan melakukan aktivitas tanpa izin di kawasan hutan, dengan mencantumkan Undang-Undang Kehutanan, serta menyebutkan bahwa area tersebut berada dalam pengawasan Balai Taman Nasional Kepulauan Togean.
Selain itu, media ini juga menemukan banyak lubang bekas tembakan pada dinding tanah serta beberapa botol plastik dengan lubang tembus berdiameter cukup besar yang diduga bekas peluru senjata api.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum memperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang terkait identitas, tujuan kelompok yang melakukan penembakan, maupun pihak yang yang melakukan pemasangan spanduk tersebut.
#gobidik_
Tidak ada komentar