Prabowo Datang, Rakyat Bersuara: Aktivis Gorontalo Bongkar Dugaan Kebijakan Anti-Rakyat dan Desak Evaluasi Pejabat Hingga Korporasi Tambang”

waktu baca 3 menit
Jumat, 8 Mei 2026 13:55 62 Redaksi

Gobidik.com – Gorontalo, Kunjungan Prabowo Subianto ke Provinsi Gorontalo dalam agenda peresmian Kampung Nelayan Merah Putih mulai memantik gelombang reaksi besar dari berbagai elemen masyarakat.

Di tengah persiapan ketat Forkopimda dan pemerintah daerah menyambut kedatangan Presiden, suara perlawanan dan kritik tajam justru mulai menggema dari kalangan mahasiswa, aktivis, hingga LSM.

Bagi sebagian masyarakat, kedatangan Presiden bukan sekadar agenda seremonial dan pencitraan politik semata.

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu dianggap sebagai momentum emas untuk membongkar berbagai persoalan yang selama ini dinilai sengaja ditutupi, dibiarkan, bahkan gagal diselesaikan oleh para pejabat dan elite kekuasaan di daerah.

Aktivis lingkungan dan sosial Gorontalo, M. Fadli, secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang menurutnya telah menjauh dari kepentingan rakyat kecil.

Ia menilai banyak pejabat di bawah pemerintahan pusat tidak becus menjalankan amanah dan gagal menghadirkan keadilan bagi masyarakat Gorontalo.

“Presiden Prabowo harus tahu bahwa di balik penyambutan meriah dan baliho-baliho besar yang dipasang, rakyat Gorontalo sedang menghadapi banyak persoalan serius.

Banyak kebijakan yang tidak pro rakyat, banyak kepentingan elit yang justru menindas masyarakat kecil,” tegas Fadli.

Fadli menyebut, dirinya bersama sejumlah elemen masyarakat akan membawa langsung berbagai isu krusial ke hadapan Presiden. Salah satu yang paling disorot adalah persoalan MBG di Provinsi Gorontalo yang dinilai penuh polemik dan memunculkan keresahan di tengah masyarakat.

“Saya meminta secara tegas kepada bapak Presiden untuk mencopot Kepala BGN Provinsi Gorontalo.

Banyak persoalan MBG yang muncul dan sampai hari ini tidak terselesaikan dengan baik. Jangan sampai program yang seharusnya membantu rakyat justru menjadi sumber masalah baru,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Fadli juga menyoroti keras persoalan pertambangan rakyat yang menurutnya telah melahirkan ketimpangan dan dugaan praktik ketidakadilan terhadap masyarakat penambang lokal.

Ia menilai rakyat kecil terus ditekan, sementara perusahaan besar justru mendapatkan ruang leluasa.

“Hari ini penambang rakyat diperlakukan seperti musuh di tanah mereka sendiri. Mereka terus ditekan, didiskriminasi, bahkan dikriminalisasi.

Sementara perusahaan besar tambang emas bebas beroperasi dan menguasai wilayah-wilayah sumber daya,” katanya.

Secara khusus, Fadli menyinggung aktivitas PT Merdeka Copper Gold yang menurutnya wajib dievaluasi secara menyeluruh, terutama terkait izin lingkungan dan dampak terhadap masyarakat.

“Saya akan menyampaikan langsung kepada bapak Presiden bahwa izin AMDAL dan aspek lingkungan PT Merdeka Copper Gold wajib dievaluasi total.

Negara tidak boleh kalah dengan kepentingan korporasi. Jangan sampai rakyat dikorbankan demi investasi,” tegasnya lagi.

Gelombang kritik ini diprediksi akan menjadi sorotan dalam kunjungan Presiden ke Gorontalo.

Di tengah gegap gempita penyambutan pejabat daerah, suara mahasiswa, aktivis, dan masyarakat sipil mulai berubah menjadi alarm keras terhadap berbagai persoalan yang dinilai selama ini hanya disimpan rapat di balik meja kekuasaan.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA