Dari Tikar ke Tanggung Jawab: Doa Tolak Bala dan Ujian Komitmen Pemerintah di Buol

waktu baca 3 menit
Minggu, 15 Feb 2026 12:30 257 Redaksi

Gobidik.com – Buol – Sulawesi Tengah, Sebuah tikar digelar sederhana di ruang terbuka, namun maknanya melampaui simbol seremonial.

Doa tolak bala yang dilaksanakan sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Buol menjadi ruang refleksi bersama atas dinamika sosial, tata kelola, dan harapan akan pemerintahan yang lebih transparan serta berpihak pada rakyat.

Tikar yang dibentangkan bukan sekadar alas duduk.

Ia menjadi simbol bahwa semua pihak – pemerintah, tokoh masyarakat, aparat, dan warga – berada pada posisi yang setara untuk duduk bersama, menyampaikan aspirasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang.

Tikar Digelar, Simbol Bala berupa air, tanah dan Tandan buah Segar Sawit Diletakkan.

Dalam suasana khidmat, tokoh agama memimpin doa agar daerah dijauhkan dari konflik, ketidakadilan, serta kebijakan yang merugikan masyarakat kecil.

Doa tolak bala dimaknai sebagai ikhtiar spiritual sekaligus pengingat moral bahwa kekuasaan adalah amanah.

“Ini bukan sekadar ritual.

Ini pengingat agar kita semua – terutama pemangku kebijakan – tidak abai terhadap suara rakyat,” ujar salah satu tokoh masyarakat dalam kesempatan tersebut.

“Hari Ini Kita Duduk di Atas Tikar…”
Ungkapan itu menjadi pesan kuat bahwa penyelesaian persoalan tidak bisa dilakukan secara sepihak.

Dialog, keterbukaan, dan komitmen nyata menjadi tuntutan utama masyarakat. Beberapa isu strategis pun mencuat dalam dialog terbuka yang berlangsung setelah doa bersama.

Dialog Per Poin: Jawaban Diminta Langsung
Sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi secara lugas dan meminta kejelasan sikap pemerintah daerah terhadap beberapa poin krusial, antara lain:
Reformasi Tata Kelola Koperasi dan Kemitraan
Warga meminta transparansi dalam pengelolaan koperasi dan kemitraan usaha agar tidak terjadi monopoli maupun praktik yang merugikan anggota.

Audit Independen
Dorongan agar dilakukan audit independen terhadap pengelolaan dana dan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, guna memastikan akuntabilitas dan mencegah konflik kepentingan.

Penyelesaian Konflik Lahan
Permintaan penyelesaian konflik agraria secara adil, mengedepankan musyawarah, serta menjamin hak-hak masyarakat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengawasan Ketenagakerjaan
Sorotan terhadap perlindungan tenaga kerja lokal, termasuk dugaan pemutusan kerja sepihak dan hak-hak buruh yang belum terpenuhi.

Kemudian agar pemerintah melakukan croscek soal 57 orang buruh yang di anggap mangkir oleh perusahaan karena tidak mengikuti aksi pada Selasa, 10 februari 2026.

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Desakan agar setiap aktivitas usaha memperhatikan aspek lingkungan dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Investasi dan Ketahanan Pangan
Harapan agar investasi yang masuk tetap selaras dengan kepentingan daerah, tidak menggerus lahan produktif, dan mendukung ketahanan pangan lokal.

Pemerintah Diminta Tegas dan Transparan
Sejumlah peserta menegaskan bahwa doa tolak bala tidak boleh berhenti pada simbol.

Masyarakat berharap pemerintah daerah menunjukkan langkah konkret, mulai dari membuka ruang komunikasi yang berkelanjutan hingga menyampaikan laporan kinerja secara transparan kepada publik.

Transparansi publikasi dan akses informasi dinilai menjadi kunci meredam spekulasi serta menjaga stabilitas sosial.

Dengan keterbukaan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat diperkuat.

Penutup: Komitmen Dicatat
Acara ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan harapan akan terciptanya suasana yang lebih harmonis di tengah perbedaan pandangan.

Masyarakat berharap komitmen yang disampaikan dalam forum tersebut benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Doa telah dipanjatkan, tikar telah digelar, dan aspirasi telah disuarakan. Kini, publik menanti langkah konkret – karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan pada seremoni, melainkan pada keberanian mengambil tanggung jawab demi kepentingan rakyat.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA