Alfamidi Jangan Jadikan Gorontalo Ladang Bisnis Tanpa Keadilan bagi Putra Daerah ‎

waktu baca 2 menit
Minggu, 1 Mar 2026 20:10 367 Redaksi

‎Agung bobihu‎
Gobidik.com – Gorontalo, Kehadiran “Alfamidi Super”di Kota Gorontalo sejak awal diklaim sebagai bagian dari ekspansi usaha yang membuka lapangan pekerjaan dan membantu menekan angka pengangguran.

Namun apa jadinya jika yang terjadi justru sebaliknya? Seorang putra daerah diberhentikan secara sepihak, diduga hanya karena persoalan pribadi dengan kepala toko.

‎Ini bukan lagi sekadar konflik internal. Ini persoalan keadilan.

‎”Dibuka untuk Rakyat Gorontalo, Bukan untuk Menindas”


‎Alfamidi hadir di Gorontalo dengan membawa narasi investasi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Maka sangat ironis ketika warga Kota Gorontalo yang menggantungkan hidupnya di perusahaan tersebut justru kehilangan pekerjaan tanpa proses yang transparan.

‎Jika benar pemecatan dilakukan tanpa mekanisme pembinaan, tanpa surat peringatan yang jelas, dan tanpa ruang pembelaan diri, maka itu adalah bentuk arogansi kekuasaan di tempat kerja.


‎Perusahaan besar tidak boleh dikelola dengan mentalitas feodal di tingkat toko.


‎”Dugaan Kepala Toko Sewenang-wenang”

‎Lebih serius lagi, muncul dugaan bahwa kepala toko bertindak di luar batas kewenangannya:

‎” Melimpahkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya kepada karyawan.

‎” Mengancam ketika tugas tersebut tidak dilaksanakan.

‎” Menggunakan jabatan sebagai alat tekanan.

‎Jika ini benar, maka yang terjadi bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi penyalahgunaan jabatan.

‎Karyawan bukan objek kekuasaan. Mereka pekerja yang dilindungi undang-undang.

‎”Ini Bukan Soal Bisnis, Ini Soal Martabat”

‎Gorontalo bukan sekadar pasar ekspansi ritel.

Gorontalo adalah daerah dengan masyarakat yang memiliki harga diri.

Ketika perusahaan masuk dan memanfaatkan potensi ekonomi daerah, maka perusahaan juga wajib menghormati tenaga kerja lokal.

‎Pemecatan sepihak terhadap warga Kota Gorontalo mencederai semangat awal pembukaan gerai tersebut.

Jangan sampai investasi yang katanya untuk mengurangi pengangguran justru menjadi sumber ketidakadilan baru.

‎”Manajemen Pusat Harus Bertanggung Jawab”

‎Manajemen pusat “Alfamidi” tidak boleh berdiam diri. Jika benar ada kesewenang-wenangan, maka kepala toko yang terbukti menyalahgunakan jabatan harus dievaluasi bahkan dicopot.

‎Perusahaan besar diuji bukan saat untung, tetapi saat menghadapi persoalan internal seperti ini.

‎”Peringatan Keras”

‎Masyarakat Gorontalo mendukung investasi.

Tetapi dukungan itu bukan cek kosong untuk bertindak sewenang-wenang terhadap putra daerah.

‎Jika dugaan pemecatan sepihak ini tidak segera diklarifikasi dan diselesaikan secara adil, maka kepercayaan publik akan runtuh.

Dan ketika kepercayaan publik hilang, maka yang dipertaruhkan bukan hanya satu jabatan kepala toko, tetapi reputasi perusahaan itu sendiri.

‎Gorontalo butuh lapangan kerja.
‎Bukan kesewenang-wenangan.

M.Fadli #gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA