Musrenbang Kecmatan Lakea Himpun Puluhan Usulan Prioritas Pembangunan 2027

waktu baca 4 menit
Sabtu, 7 Mar 2026 18:52 172 Redaksi

Gobidik.com – Buol – Sulawesi Tengah, Pemerintah Kecamatan Lakea melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Lakea Tahun 2026 pada Jumat (6/3/2026) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Desa Lakea.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Buol Tahun 2027.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Buol Karmin OY Kaimo, Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Buol Satar MS Badang, Camat Lakea Abdullah A. Maatiala, Ketua Bidang III TP-PKK Kabupaten Buol Nurbaya, para pimpinan OPD Kabupaten Buol, Kepala desa, Ketua dan anggota BPD se-Kecamatan Lakea, Kepala Puskesmas, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, serta insan pers.

Dalam laporannya, Camat Lakea Abdullah A. Maatiala menyampaikan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan merupakan forum strategis untuk menghimpun dan menyelaraskan berbagai usulan pembangunan dari desa-desa di wilayah Kecamatan Lakea.

Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan program prioritas pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah.

Secara geografis, Kecamatan Lakea memiliki luas wilayah sekitar 128,29 km² dengan jumlah penduduk 12.558 jiwa yang tersebar di sejumlah desa, di antaranya Desa Ilambe, Tuinan, Bukaan, Lakea I, Lakea II, Ngune, dan Lakuan.
Berdasarkan hasil Musrenbang desa, terdapat 62 usulan prioritas kegiatan yang telah diinput dalam SIPD-RI, mencakup sektor pertanian, perhubungan, perikanan, pendidikan, kesehatan, penyediaan air bersih, serta bidang sosial kemasyarakatan.

Selain itu, Camat Lakea juga memaparkan kondisi stunting di wilayahnya. Berdasarkan data e-PPGBM Tahun 2026, tercatat sebanyak 74 balita mengalami stunting dari total sasaran 1.194 balita.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus melakukan berbagai intervensi melalui program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam perencanaan pembangunan ke depan, beberapa fokus utama yang menjadi perhatian antara lain peningkatan jaringan irigasi di kawasan Lakea I serta penyediaan air bersih di Desa Lakea II guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Buol Satar MS Badang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Melalui forum tersebut, berbagai usulan pembangunan dari masyarakat akan diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Ia menjelaskan bahwa tema pembangunan Kabupaten Buol tahun 2027 adalah “Mengembangkan sektor pertanian dan sumber daya alam secara berkelanjutan sebagai tulang punggung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting.”

Adapun prioritas pembangunan daerah meliputi penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, reformasi birokrasi dan digitalisasi, stabilitas daerah, pelestarian lingkungan hidup, pemerataan pembangunan wilayah, serta peningkatan infrastruktur daerah.

Berdasarkan data pada SIPD-RI, jumlah usulan pembangunan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Buol mencapai 1.173 usulan kegiatan, di mana Kecamatan Lakea mengusulkan sebanyak 62 usulan kegiatan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Buol Karmin OY Kaimo menyampaikan pokok-pokok pikiran DPRD yang merupakan aspirasi masyarakat.

Beberapa prioritas yang disampaikan antara lain peningkatan infrastruktur dasar, penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan sektor pertanian, peningkatan layanan kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, serta sinkronisasi program pembangunan desa dan daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim yang mewakili Bupati Buol dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum partisipatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan daerah secara terarah dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini menuntut pemerintah untuk lebih disiplin dan bijak dalam pengelolaan anggaran dengan memprioritaskan program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendukung berbagai program prioritas nasional, di antaranya program makan bergizi gratis, penguatan koperasi Merah Putih, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, serta penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Buol juga terus mendorong sejumlah program strategis, seperti Program Buol Terang untuk pemerataan akses listrik hingga ke desa-desa serta pengembangan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) guna memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Melalui pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Lakea ini diharapkan seluruh usulan program dan kegiatan pembangunan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat serta mampu mendukung pencapaian target pembangunan Kabupaten Buol pada tahun 2027.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA