Gobidik.com – Touna – Sulawesi Tengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Ampana mengungkapkan bahwa perputaran transaksi Agen BRILink di wilayah Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, terus meningkat.
Sejumlah agen bahkan mampu mencatat transaksi hingga Rp2 miliar per bulan.
Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan diskusi santai bertajuk Ngopi Bareng bersama wartawan yang digelar di Café Dmistik, Ampana Kota, Jumat (10/4/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Supervisor Penunjang Operasional Andristo Manintang, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) Samun Hendrawan, serta Petugas Penunjang Operasional (PPO) Frischa Prisilia.
Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan layanan keuangan berbasis keagenan di Tojo Una-Una, sekaligus menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Samun Hendrawan mengatakan, BRILink merupakan layanan strategis yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan perbankan
“Melalui BRILink, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti tarik tunai, transfer, pembayaran listrik, angsuran, hingga pembelian pulsa.
Layanan ini sangat membantu, terutama saat antrian di ATM,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran agen BRILink tidak hanya mempermudah layanan keuangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Berdasarkan data BRI, jumlah agen BRILink di Tojo Una-Una mengalami peningkatan signifikan.
Pada Mei 2025 tercatat sekitar 108 agen, dan pada 2026 meningkat menjadi 255 agen.
“Ini menunjukkan minat masyarakat untuk menjadi agen BRILink terus meningkat,” kata Samun.
Dari sisi persyaratan, calon agen BRILink dinilai cukup mudah.
Masyarakat hanya perlu memiliki usaha aktif, rekening BRI, serta menyiapkan modal awal.
“Modal awal sekitar Rp3 juta, namun idealnya Rp10 juta untuk perangkat dan saldo operasional.
Yang penting usaha berjalan dan konsisten,” jelasnya.
Menariknya, terdapat agen BRILink di Ampana yang mampu mencatat perputaran transaksi hingga Rp2 miliar per bulan.
Hal ini menunjukkan potensi besar layanan tersebut sebagai sumber penghasilan tambahan.
Sementara itu, Frischa Prisilia mengungkapkan bahwa mayoritas agen BRILink berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“kalau dilihat dari data yang ada Hampir semua agen BRILink adalah pelaku UMKM.
Ini sangat positif karena turut mendorong pengembangan usaha masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa BRILink bukan sekadar layanan transaksi, melainkan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“BRILink bukan hanya soal kirim uang atau tarik tunai, tapi bagaimana kita mendorong ekonomi masyarakat agar terus bergerak,” tambah Frischa Prisilia
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari wartawan,mulai dari syarat menjadi agen, sistem kerja, keamanan transaksi, hingga program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan penggunaan QRIS di warung dan ritel dan dampak ekonomi dilapangan.
BRI optimistis, dengan pertumbuhan agen yang pesat, BRILink akan terus memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok wilayah Tojo Una-Una, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
#gobidik_
Tidak ada komentar