Dorong Ekonomi Daerah, Ketua HIPKA Buol Minta CSR Fokus pada Penguatan UMKM

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Apr 2026 13:32 166 Redaksi

Gobidik.com – Buol – Sulawesi Tengah, Ketua DPD Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kabupaten Buol, Muwardi Aw Andi Makka, menegaskan bahwa pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) harus berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, CSR tidak boleh hanya dimaknai sebagai kewajiban administratif perusahaan semata, melainkan harus menjadi instrumen strategis yang mampu memperkuat sektor ekonomi produktif di daerah.

“CSR harus diarahkan pada program yang berdampak langsung, seperti pelatihan kewirausahaan, bantuan permodalan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi pemasaran produk lokal.

Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga produktif dan berkelanjutan,” ujar Muwardi.

Ia menjelaskan bahwa secara regulasi, pelaksanaan CSR telah memiliki dasar hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012.

Kedua aturan tersebut menegaskan kewajiban perusahaan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Muwardi menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan organisasi pengusaha agar program CSR tepat sasaran dan memiliki arah strategis yang jelas.

Tanpa koordinasi yang baik, menurutnya, CSR berpotensi tidak optimal dan kehilangan nilai kebermanfaatannya.

“HIPKA siap menjadi mitra kolaboratif dalam mengawal program CSR agar benar-benar menyentuh sektor produktif, khususnya UMKM.

Ini penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku UMKM di Kabupaten Buol masih menghadapi berbagai tantangan klasik, seperti keterbatasan modal, rendahnya kapasitas manajerial, serta akses pasar yang belum optimal.

Dalam konteks ini, CSR dinilai dapat menjadi solusi konkret jika dikelola secara tepat.

Di akhir pernyataannya, Muwardi mengingatkan bahwa keberhasilan CSR tidak diukur dari besar kecilnya anggaran yang dikeluarkan, melainkan dari sejauh mana dampaknya dirasakan oleh masyarakat.

“Jika CSR hanya menjadi formalitas, maka ia kehilangan makna.

Namun jika diarahkan untuk membangun UMKM, CSR bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang sesungguhnya,” pungkasnya.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA