
Gobidik.com – Gorontalo – Aktivis Gorontalo Fikri Abdullah melontarkan kecaman keras terhadap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Gorontalo yang dinilai gagal total menjalankan tugas negara.
Ia mendesak Kepala Balai untuk segera mencopot Kepala Satuan Kerja (Ka Satker) yang dianggap tidak becus dan lalai menjaga keselamatan masyarakat.
Kerusakan parah di Jalan Ahmad A. Wahab, yang merupakan ruas jalan nasional, hingga kini dibiarkan tanpa penanganan serius.
Jalan tersebut dipenuhi lubang menganga, permukaan bergelombang, genangan air, dan aspal terkelupas, bahkan sudah menelan korban jiwa.
Namun BPJN justru memilih diam, abai, dan seolah menutup mata.
“Ini bukan sekadar jalan rusak, ini soal nyawa manusia. Sudah ada korban, tapi Ka Satker masih duduk nyaman di kantor.
Negara hadir atau sengaja membiarkan rakyatnya celaka?” tegas Fikri.
Menurutnya, pembiaran bertahun-tahun ini merupakan bentuk kelalaian struktural dan patut dipertanyakan sebagai kejahatan birokrasi.
Fikri menilai KaSatker I BPJN Gorontalo tidak memiliki kepekaan, tidak punya sense of crisis, dan gagal total menjalankan mandat negara.
“Kalau sudah ada korban tapi masih tidak bergerak, itu bukan sekadar tidak mampu, tapi patut diduga sengaja membiarkan.
Kepala Balai jangan jadi penonton copot KaSatker I sekarang juga!” ujarnya lantang.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan jalan semakin meluas dan semakin membahayakan.
Setiap hari pengendara dipaksa berjibaku dengan lubang dalam yang tertutup genangan air.
Banyak kendaraan rusak, kecelakaan terus terjadi, dan masyarakat dipaksa mempertaruhkan keselamatan mereka di jalan nasional.
“Jalan ini urat nadi ekonomi rakyat. Tapi hari ini berubah jadi jebakan maut.
BPJN jangan berlindung di balik alasan klasik menunggu anggaran.
Nyawa warga tidak boleh dikorbankan demi prosedur,” kata Fikri.
Ia juga menyinggung minimnya transparansi dan komunikasi publik dari BPJN Gorontalo, yang semakin memperkuat kesan bahwa lembaga tersebut anti-kritik dan tidak berpihak pada rakyat.
“Kalau KaSatker I tidak mampu bekerja, silakan angkat kaki dari Gorontalo.
Jangan jadikan daerah ini kuburan bagi pengendara hanya karena pejabatnya malas dan tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Fikri menegaskan, bila dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret berupa perbaikan darurat dan evaluasi pejabat, maka gelombang tekanan publik dan aksi massa akan terus dilakukan.
“Ini peringatan keras. Jangan tunggu korban berikutnya. BPJN Gorontalo harus bertanggung jawab penuh atas setiap kecelakaan yang terjadi akibat pembiaran ini,” pungkasnya.
M.fadli #gobidik_
Tidak ada komentar