Front Pemberantas Korupsi Gorontalo : siap Gulung RN. Mafia Dikes Bonbol

waktu baca 2 menit
Rabu, 24 Des 2025 10:37 165 Redaksi

Gobidik.com-BONE BOLANGO, Pimpinan Front Pemberantas Korupsi (FPK) Gorontalo, Fahrul Wahidji, kembali menyuarakan desakan keras terkait dugaan skandal korupsi di lingkungan Dinas Kesehatan (Dikes) Bone Bolango. Fokus utama tuntutan ini tertuju pada sosok oknum berinisial RN, seorang Kepala Bidang yang diduga terlibat dalam pengaturan proyek, fee, hingga kepemilikan harta kekayaan yang dinilai tidak wajar.
​Setelah sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa dan melayangkan laporan resmi ke DPRD Bone Bolango, Fahrul mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera memeriksa RN. Menurutnya, profil kekayaan RN sangat kontras dengan posisinya sebagai pejabat eselon III di tingkat daerah.

​Desakan Pencopotan dan Pemeriksaan Kekayaan

​Fahrul Wahidji secara tegas meminta Bupati Bone Bolango untuk mengambil langkah disiplin organisasi yang nyata.

​”Saya meminta Bupati Bone Bolango segera mencopot yang bersangkutan dari posisinya sebagai ASN. Kami juga mendesak agar kasus ini diseret ke ranah hukum, apalagi banyak isu miring yang menyelimuti rekam jejak yang bersangkutan,” ujar Fahrul.

​Lebih lanjut, FPK menuntut adanya penelusuran aset (asset tracking) terhadap RN. Fahrul menduga ada indikasi praktik Pencucian Uang yang bersumber dari pengelolaan serta pengaturan proyek di RSUD Toto Kabila.

​Soroti Absensi Dinas Kesehatan dalam RDP

​Fahrul juga menyayangkan sikap Dinas Kesehatan yang mangkir dari agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Bone Bolango yang dijadwalkan hari ini. Ketidakhadiran pihak dinas dinilai sebagai bentuk menghindar dari transparansi publik.
​”Kenapa pihak Dinas takut hadir? Apakah karena ada ‘kartu as’ atau rahasia besar yang sengaja ditutupi? Kami rasa bukti-bukti sudah kami masukkan, tinggal kemauan dari Pemda, Legislatif, dan APH untuk membuka kedok ini,” tegasnya.

​Komitmen Mengawal Kasus

​Menutup pernyataannya, Fahrul menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mundur dalam mengawal kasus ini, mengingat sektor kesehatan berkaitan langsung dengan maslahat orang banyak. Ia memberikan peringatan keras bahwa skandal di Dikes Bone Bolango harus diusut hingga tuntas.
​”Kami akan buka satu persatu kedok RN dan skandal di Dikes Bone Bolango. Meminjam istilah Pak Adhan Dambea, ‘Tidak ada cirita, kita gulung itu RN’ jika terbukti bermain dengan hak rakyat,” pungkas Fahrul.

M.fadli #gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA