
Gobidik.com- DONGGALA, SULTENG – Kejadian memprihatinkan terjadi di awal tahun 2026.
Sebuah ambulans yang membawa pasien sakit dengan tujuan Ampana dilaporkan dipersulit saat mengisi BBM di SPBU Pertamina Taweli, Sulawesi Tengah, hanya karena tidak memiliki barcode BBM.
Peristiwa tersebut terekam dalam dokumentasi video dan kini beredar luas di media sosial.
Dalam video itu, terlihat ambulans dalam kondisi darurat namun tidak dilayani untuk pengisian BBM, padahal membawa pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.
“Ini ambulans bawa pasien sakit, kenapa masih dipersulit hanya karena barcode?” ujar perekam video dengan nada kecewa.
Sorotan Publik & Permintaan Perhatian Pemerintah
Kejadian ini langsung menuai reaksi keras dari masyarakat.
Banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak berperikemanusiaan dan bertentangan dengan semangat pelayanan publik, khususnya dalam kondisi darurat medis.
Melalui dokumentasi tersebut, masyarakat meminta perhatian langsung kepada:
Gubernur Sulawesi Tengah, Bapak Dr. H. Anwar Hafid, S.IP., Ph.D.
Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto
Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, khususnya terhadap kendaraan layanan kesehatan yang membawa pasien dalam kondisi darurat.
Ambulans Termasuk Layanan Darurat
Secara prinsip, ambulans merupakan kendaraan layanan darurat yang seharusnya mendapat prioritas pelayanan, termasuk akses BBM, tanpa hambatan administratif yang berpotensi mengancam keselamatan pasien.
Publik mendesak agar:
Aturan dan SOP Pertamina diperjelas
Pengecualian barcode untuk ambulans ditegaskan
Sanksi tegas diberikan jika terbukti ada pelanggaran pelayanan publik
Desakan Audit & Sanksi
Masyarakat meminta aparat terkait dan pihak Pertamina:
Melakukan klarifikasi resmi
Mengaudit prosedur pelayanan SPBU Taweli
Memberikan sanksi sesuai aturan dan perundang-undangan bila ditemukan unsur kelalaian atau pembiaran yang membahayakan nyawa manusia
“Jangan sampai aturan administratif mengalahkan nilai kemanusiaan,” Ujar salah satu warganet.
Penutup
Kejadian ini menjadi peringatan serius bahwa kebijakan digitalisasi seperti barcode BBM tidak boleh menghambat layanan darurat.
Nyawa manusia harus menjadi prioritas utama, di atas segala prosedur.
Masyarakat kini menunggu sikap tegas pemerintah dan Pertamina, agar pelayanan publik benar-benar berpihak pada kemanusiaan.
#gobidik_
Tidak ada komentar