Kritik Pernyataan Soal Zakat ASN dan Kepercayaan Pusat, Rivandi Abdullah: Rum Pagau Terlalu Mengada-ada

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Feb 2026 14:48 434 Redaksi

Gobidik.com – Boalemo – Goronralo, Pernyataan Bupati Rum Pagau yang menyebut peningkatan zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai kunci lahirnya kepercayaan pemerintah pusat terhadap Kabupaten Boalemo menuai kritik.

Rivandi Abdullah menilai pernyataan tersebut terlalu mengada-ada dan tidak memiliki korelasi langsung dengan mekanisme penilaian pemerintah pusat terhadap kinerja daerah.

“Saya kira ini terlalu mengada-ada.

Apa hubungan zakat dengan kepercayaan pemerintah pusat?” ujar Rivandi saat dimintai tanggapan, Senin (23/2/2026).

Sebelumnya diberitakan, Rum Pagau menyebut lonjakan pengumpulan zakat ASN – yang dikelola melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) – menjadi indikator solidaritas sosial yang berdampak pada meningkatnya perhatian dan dukungan program dari pemerintah pusat.

Namun menurut Rivandi, kepercayaan pemerintah pusat terhadap suatu daerah umumnya dibangun melalui indikator yang terukur dan formal, seperti kualitas perencanaan pembangunan, realisasi anggaran, capaian kinerja makro, kepatuhan terhadap regulasi, serta hasil evaluasi kementerian terkait.

“Kalau bicara hubungan pusat dan daerah, yang dinilai itu tata kelola pemerintahan, akuntabilitas, serapan anggaran, pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, dan indikator makro lainnya. Bukan besar kecilnya zakat ASN,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar isu keagamaan dan filantropi sosial tidak ditarik terlalu jauh ke ranah legitimasi politik atau klaim keberhasilan pembangunan.

“Zakat adalah kewajiban personal umat Islam dan tentu baik jika dikelola secara optimal untuk membantu masyarakat.

Tapi menjadikannya sebagai dasar klaim kepercayaan pusat menurut saya tidak tepat secara logika kebijakan publik,” tambahnya.

Rivandi menilai, jika memang terdapat peningkatan dukungan pusat ke Boalemo, pemerintah daerah seharusnya memaparkan data konkret terkait capaian indikator pembangunan, inovasi pelayanan publik, atau keberhasilan program strategis yang terukur.

“Jangan sampai narasi yang dibangun justru membingungkan publik.

Transparansi dan data yang terverifikasi jauh lebih penting,” pungkasnya.

M.fadli #gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA