AIS BOTUTIHE: PUTRA ASLI DESA BERSAMA MASYARAKAT BULANGITA TERATAI, YANG BERAKSI TANPA PANDANG BULU UNTUK LINGKUNGAN DAN WARGA

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Feb 2026 17:21 579 Redaksi

Gobidik.com – Gorontalo – Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato – Ia bukan orang luar yang datang sekadar mencari keuntungan lalu pergi begitu saja.

Ais Botutihe adalah putra asli dari wilayah Desa Bulangita dan Desa Teratai, yang menjadikan rasa cinta dan tanggung jawabnya terhadap tanah airnya sungguh tak tertandingi.

Di tengah hiruk-pikuk permasalahan sedimentasi lumpur tambang yang merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan warga, ia berdiri tegak dan beraksi tanpa pandang bulu.

Selama berbulan-bulan, lumpur dari aktivitas pertambangan telah menyumbat saluran irigasi vital, membuat lahan pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal terancam gagal panen.

Banjir kerap melanda setiap musim hujan, merendam rumah dan merusak apa saja yang ada di jalurnya.

Banyak warga merasa terpojok, namun Ais – tidak memilih untuk menutup mata atau menyalahkan pihak lain.

Sebagai anak daerah yang tumbuh dan besar bersama masyarakat dengan sebagian besar warga yang terkena dampak, ia mengerti betul bagaimana rasanya kehilangan mata pencaharian dan tinggal dalam ketakutan akan banjir.

Tanpa menunggu arahan dari siapapun dan tanpa menghitung berapa biaya yang dikeluarkan, ia langsung memulai pengerukan sedimentasi lumpur di setiap saluran irigasi yang tersumbat.

Ia juga tidak membeda-bedakan siapakah yang mendapatkan bantuan – baik warga Desa Bulangita maupun Desa Teratai, semua sama-sama menjadi prioritasnya.

“Ini tanah tempat saya lahir dan besar, orang-orang di sini adalah saudara dan tetangga saya sendiri.

Bagaimana mungkin saya bisa diam melihat mereka kesusahan?” ucap Ais dengan suara yang penuh kesungguhan.

Warga kini melihat bahwa dengan kesadaran dan dedikasi seperti yang dimiliki Ais Botutihe, aktivitas pertambangan bisa berdampingan harmonis dengan kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat desanya.

Ia bersama masyarakat desa adalah bukti bahwa cinta tanah air bukan hanya kata-kata kosong.

Bagi Ais Botutihe, peduli dengan lingkungan dan sesama adalah kewajiban yang harus dijalankan dengan sepenuh hati, tanpa pamrih dan tanpa pandang bulu.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA