Koordinator Isu Kesehatan SIGA Kecam Keras Dugaan Keracunan MBG di Buol: “Ini Bukan Kelalaian Biasa, Ini Kejahatan terhadap Anak-anak!”

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Jan 2026 00:26 1111 Redaksi

Gobidik.com – Buol – Kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa SD dan SMP di Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, memicu kemarahan publik.

Total korban yang diduga keracunan kini mencapai 141 orang, dengan kondisi sebagian masih kritis.

Sebanyak 21 siswa dirujuk ke RS Mokoyurli, 3 ke RS Pratama Gadung, dan 8 lainnya dirawat di Puskesmas Bunobogu.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran besar di kalangan orang tua dan masyarakat.

Program yang seharusnya melindungi dan menyehatkan anak-anak justru berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan generasi masa depan.

Kamis 29 Januari 2026_

Menanggapi hal ini, Moh Azhar A. Laindjong, Mahasiswa asal Buol yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Gorontalo sekaligus Koordinator Isu Kesehatan Solidaritas Intelektual Generasi Aktivis (SIGA), mengecam keras kejadian tersebut.

“Ini bukan sekadar kelalaian teknis.

Ini adalah bentuk kegagalan sistemik dan kejahatan moral terhadap anak-anak.

Program yang diberi label ‘bergizi’ justru meracuni peserta didik.

Ini sangat memalukan dan tidak bisa ditoleransi!” tegas Azhar.

Azhar menilai bahwa pengelolaan MBG di Buol menunjukkan lemahnya pengawasan sejak dari hulu—mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan alat, hingga proses produksi dan distribusi makanan.

“Pengawasan tidak boleh hanya bersifat reaktif setelah korban berjatuhan.

Harus ada kontrol ketat terhadap bahan, alat, dan proses memasak.

Kalau ini diabaikan, maka pemerintah sedang mempertaruhkan nyawa anak-anak,” lanjutnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Bupati Buol, Dinas Kesehatan, dan Badan Gizi Nasional dalam penanganan awal.

Namun, Azhar menegaskan bahwa apresiasi tidak boleh menutup mata terhadap kegagalan sistem yang sudah terjadi.

“Evaluasi total harus dilakukan! Jangan ada kompromi.

Semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan MBG wajib diaudit.

Jika ada unsur kelalaian atau pembiaran, harus diproses hukum,” tegasnya lagi.

SIGA menuntut:

Audit menyeluruh terhadap pengelolaan MBG di Kabupaten Buol.

Penghentian sementara distribusi MBG sampai standar keamanan pangan benar-benar dipastikan.

Transparansi hasil uji laboratorium makanan.

Penindakan tegas terhadap pihak yang lalai atau bermain-main dengan keselamatan siswa.

“Anak-anak bukan kelinci percobaan.

Negara wajib hadir melindungi mereka, bukan malah membiarkan program nasional berubah jadi bencana,” tutup Azhar dengan nada keras.

M.fadli #gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    - - -
    LAINNYA