Gobidik.com – Pohuwato – Goronralo, Aliansi Mahasiswa Peduli Daerah menyatakan sikap terbuka dan tegas: dugaan mangkraknya proyek pembangunan sarana olahraga di Dusun Hele, Desa Hulawa yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 bukan lagi persoalan biasa.
Ini sudah menjadi alarm keras dugaan kegagalan pengelolaan uang rakyat di tingkat desa yang tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.
Koordinator Lapangan aksi, Tri Jayudi, menegaskan bahwa mahasiswa akan turun langsung mengepung Polres Pohuwato, Kantor Bupati Pohuwato, dan DPRD Pohuwato sebagai bentuk perlawanan terhadap sikap diam pemerintah terhadap proyek yang hingga hari ini dipertanyakan masyarakat.
Menurut Tri Jayudi, ketika proyek dibiayai uang rakyat tetapi berakhir mangkrak tanpa kejelasan progres dan transparansi, maka publik berhak mempertanyakan:
siapa yang bertanggung jawab, siapa yang lalai, dan siapa yang harus diperiksa.
Mahasiswa mendesak Kapolres Pohuwato agar segera membuka proses hukum secara transparan dan serius.
Aparat penegak hukum tidak boleh hanya menjadi tempat masuk laporan tanpa keberanian menindaklanjuti.
Jika proses hukum lambat atau terkesan dibiarkan, maka publik berhak menilai ada persoalan serius dalam komitmen penegakan hukum di daerah ini.
Mahasiswa juga memperingatkan Bupati Pohuwato agar tidak bersikap pasif. Kepala Desa Hulawa, Dinas PUPR, dan seluruh pihak terkait harus segera dipanggil secara terbuka di hadapan publik.
Pemerintah daerah tidak boleh membiarkan dugaan persoalan penggunaan anggaran desa menjadi bola liar yang merusak kepercayaan masyarakat.
Lebih jauh, Inspektorat Kabupaten Pohuwato didesak segera melakukan audit total terhadap Dana Desa Tahun Anggaran 2025.
Jika pengawasan internal tidak bergerak cepat, maka publik akan menilai pengawasan pemerintah daerah sedang dipertanyakan efektivitasnya.
DPRD Kabupaten Pohuwato juga diperingatkan agar tidak hanya menjadi penonton ketika rakyat mempertanyakan anggaran.
Mahasiswa menuntut Rapat Dengar Pendapat terbuka dengan menghadirkan seluruh pihak terkait serta melibatkan aktivis dan pemuda sebagai bentuk transparansi nyata kepada masyarakat.
Korlap aksi Tri Jayudi menegaskan bahwa aksi ini bukan aksi seremonial, tetapi awal dari gelombang tekanan mahasiswa dan rakyat jika dugaan proyek mangkrak ini terus dibiarkan tanpa kejelasan.
“Jika persoalan ini tidak diusut tuntas, maka jangan salahkan mahasiswa jika gelombang aksi berikutnya akan jauh lebih besar dan meluas,” tegas Tri Jayudi.
Mahasiswa memastikan akan terus mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan. Karena bagi mahasiswa:
uang rakyat bukan untuk dimangkrakkan
uang rakyat bukan untuk disembunyikan
dan uang rakyat bukan untuk dipermainkan.
Hidup mahasiswa!
Hidup rakyat!
Lawan ketidakadilan!
Usut tuntas proyek mangkrak sekarang juga!
#gobidik_
Tidak ada komentar