Gobidik.com – Touna – Sulawesi Tengah, Suasana hati yang pilu tampak jelas dari Abdul Ramli, seorang pekerja kebersihan (office boy) yang selama ini menggantungkan hidup di salah satu bank milik negara di Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una.
Dalam pengakuannya, Abdul menyebut dirinya diduga diberhentikan secara mendadak, tanpa pertemuan resmi.
Ia mengatakan kabar tersebut hanya diterimanya lewat telepon pada akhir Desember 2022 sebuah kejadian yang masih terus ia ingat hingga kini.
“Saya kaget skali pak.
Nda pernah dipanggil ba bicara baik-baik, tiba-tiba cuma ditelepon bilang saya so diberhentikan,” tuturnya dengan suara pelan, Rabu (8/4/2025).
Abdul menduga, persoalan ini bermula saat ia menyampaikan keluhan terkait sistem kerja, khususnya di hari libur.
Menurutnya, selama ini karyawan tetap diminta masuk pada Sabtu dan Minggu dengan upah lembur sesuai kontrak.
Namun, sejak adanya pimpinan baru, kebijakan lembur itu diduga tidak lagi berjalan, meski masih tercantum dalam perjanjian kerja hingga tahun 2025.
“Seingat saya pak, saya cuma komplen soal hari libur.
Karena biasanya torang masuk, ada lembur.” ujarnya.
Ia mengaku, keluhan tersebut disampaikan kepada salah satu pihak asisten manajer operasional.
Namun, tak berselang lama, ia justru menerima kabar pemberhentian memalu via telefon.
Abdul menduga jarak waktu antara keluhan dan keputusan tersebut hanya sekitar satu minggu.
“Baru sekitar saminggu saya sampaikan itu keluhan, eh saya so diberhentikan,” katanya.
Meski mencoba ikhlas menerima keadaan, rasa kecewa tak bisa ia sembunyikan.
Abdul menduga proses pemberhentian yang dialaminya tidak melalui tahapan sebagaimana mestinya.
Padahal, saat awal masuk kerja, ia harus melalui prosedur resmi.
Kini, sebagai kepala keluarga dengan dua anak dan seorang istri, Abdul harus menghadapi kenyataan pahit.
Ia masih berjuang mencari pekerjaan baru di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
“Saya belum dapat kerja pak sampe sekarang.
Sementara anak istri musti saya hidupi,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Abdul menjadi Potrer kehidupan sebagian masyarakat di Tojo Una-Una, di mana pekerjaan adalah tumpuan utama untuk bertahan hidup.
Dalam kondisi seperti ini, ia berharap ada perhatian lebih terhadap nasib para pekerja kecil yang sangat bergantung pada pekerjaan mereka.
Di tengah ketidakpastian, Abdul hanya bisa berharap akan ada jalan yang lebih baik ke depan.
“Insya Allah, mungkin ada yang lebih baik Allah kase nanti buat saya deng keluarga,” pungkasnya pelan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna menghadirkan informasi yang berimbang.
#gobidik_
Tidak ada komentar