Aktivis Lingkungan Tantang Polisi Bertindak: Fadli Desak Kapolres dan Kasat Reskrim Pohuwato Segera Tangkap Aldi Ibura, Bongkar Dugaan Upeti Tambang Ilegal

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Apr 2026 17:57 109 Redaksi

Gobidik.com – Pohuwato – Gorontalo, Pernyataan keras kembali dilontarkan aktivis lingkungan Gorontalo, M. Fadli, terkait polemik dugaan praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Cagar Alam Dam, Kabupaten Pohuwato.

Kali ini, Fadli secara terbuka menantang aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Pohuwato dan Kasat Reskrim Polres Pohuwato, untuk segera mengambil langkah tegas terhadap sosok Aldi Ibura yang disebut-sebut terkait aktivitas PETI sekaligus mengklaim adanya setoran upeti ke oknum pejabat.

Fadli menilai, pernyataan Aldi Ibura yang beredar di ruang publik bukan sekadar ancaman biasa, melainkan pintu masuk penting bagi aparat untuk membongkar dugaan jaringan tambang ilegal yang selama ini merusak kawasan konservasi.

“Dengan beredarnya ancaman dari seorang Aldi Ibura yang diduga kuat adalah aktor dari praktik PETI di wilayah Dam, ini justru menjadi langkah awal bagi Polres Pohuwato untuk segera menangkap yang bersangkutan dan membongkar jaringan di belakangnya,” tegas Fadli.

Menurutnya, pengakuan atau klaim soal adanya setoran upeti ke oknum pejabat tidak boleh berhenti sebagai isu liar tanpa tindak lanjut hukum.

Ia meminta aparat menjadikannya sebagai dasar penyelidikan serius.

“Ini juga langkah awal bagi aparat penegak hukum untuk membongkar kedok para pelaku PETI di wilayah Pohuwato.

Jangan sampai publik hanya disuguhi ancaman dan isu upeti, tapi tidak ada tindakan nyata dari aparat,” lanjutnya.

Tidak hanya menantang Kapolres, Fadli juga secara langsung menyoroti peran Kasat Reskrim Polres Pohuwato agar segera bergerak melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap dugaan aktivitas PETI di kawasan Cagar Alam Dam.

“Saya juga menantang Kasat Reskrim Polres Pohuwato untuk segera bertindak. Jangan sampai muncul dugaan di tengah masyarakat bahwa Kapolres maupun Kasat Reskrim tidak berani menyentuh kasus ini,” tegas Fadli.

Ia menambahkan, apabila dugaan praktik setoran upeti benar adanya, maka hal itu merupakan persoalan serius yang harus dibuka secara transparan demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Kalau memang ada dugaan aliran upeti tambang ke oknum pejabat seperti yang disampaikan, maka ini harus dibongkar secara terang-benderang.

Aparat harus membuktikan keberpihakan pada hukum dan lingkungan, bukan membiarkan spekulasi liar berkembang di masyarakat,” lanjutnya.

Fadli menegaskan bahwa langkah tegas aparat sangat menentukan arah penegakan hukum terhadap praktik PETI di Pohuwato.

Publik kini menunggu keberanian aparat: apakah dugaan jaringan tambang ilegal di kawasan konservasi akan benar-benar dibongkar, atau justru kembali menjadi isu yang menguap tanpa penyelesaian.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA