Gobidik.com – Kota Gorontalo, Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota Selatan kini menjadi sorotan tajam publik. Dugaan penutupan layanan sebelum waktunya bukan sekadar keluhan biasa-ini adalah tamparan keras bagi wajah pelayanan kesehatan pemerintah Kota Gorontalo.
Bagaimana mungkin masyarakat datang berobat pukul 10.20 WITA, masih dalam jam pelayanan resmi 08.00 11.00 WITA, tetapi justru dipulangkan dengan alasan pelayanan sudah tutup? Lebih memprihatinkan lagi, petugas disebut masih duduk santai di ruangan sebelah sambil bercerita, sementara warga menunggu tanpa kepastian.
Ini bukan sekadar kelalaian – ini bentuk pembiaran terhadap penderitaan rakyat.
Jika benar terjadi, maka ini adalah indikasi kuat rusaknya disiplin pelayanan publik di sektor kesehatan tingkat dasar.
Pertanyaannya sekarang: di mana pengawasan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo?
Apakah praktik seperti ini sudah dianggap hal biasa?
Atau memang ada pembiaran sistematis terhadap buruknya pelayanan di lapangan?
Masyarakat tidak datang ke puskesmas untuk dilayani setengah hati.
Mereka datang dengan harapan sembuh, dengan kondisi sakit, dengan keterbatasan ekonomi.
Ketika mereka dipulangkan secara sepihak sebelum jam layanan selesai, maka itu sama saja dengan merampas hak dasar masyarakat atas pelayanan kesehatan.
Karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo tidak boleh hanya menjadi penonton.
Harus ada langkah tegas dan terbuka:
Panggil Kepala Puskesmas Kota Selatan
Periksa seluruh petugas yang bertugas saat kejadian.
Evaluasi total sistem disiplin pelayanan
Umumkan hasil pemeriksaan ke publik secara transparan.
Jika tidak ada tindakan tegas, maka publik berhak menilai bahwa Dinas Kesehatan Kota Gorontalo gagal melindungi hak kesehatan warganya sendiri.
Peristiwa ini harus menjadi peringatan keras: puskesmas bukan tempat bersantai aparatur, tetapi benteng pertama keselamatan masyarakat.
Bila benteng ini rapuh karena kelalaian dan sikap tidak profesional, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kepercayaan publik tetapi nyawa rakyat kecil.
Kini masyarakat menunggu sikap tegas.
Apakah Kadis Kesehatan berani membersihkan masalah ini, atau justru membiarkannya menjadi budaya pelayanan yang memalukan di Kota Gorontalo?
#gobidik_
Tidak ada komentar