
Gobidik.com – Touna, Sulawesi Tengah, UPT Puskesmas Ampana Timur memilih tidak berjalan sendiri dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tojo Una-Una.
Melalui Rapat Koordinasi Stakeholder yang digelar di Aula Kantor Desa Patingko, Rabu (22/7/2026), puskesmas itu mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat bergandengan tangan menghadapi persoalan yang dinilai mengancam kualitas generasi masa depan.
Mengusung tema “Bersinergi dalam Percepatan Penurunan Stunting Melalui Inovasi GASKAN CINTA dan PAKET JNT Menuju Generasi Emas 2045.
forum tersebut dihadiri pemerintah kecamatan dan desa, KUA, Disdukcapil, Dinas Sosial, UPT Dikbud, Kominfo, RS Wrolindo, PGRI, TP PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, tokoh agama, organisasi mitra hingga insan pers.
Kepala UPT Puskesmas Ampana Timur, Ni Made Lidia, S.Tr.Keb., M.Si, mengatakan persoalan stunting tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan tenaga kesehatan semata.
Menurut dia, keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan seluruh sektor.
“Kalau kita mau Generasi Emas 2045 benar-benar terwujud, maka semua pihak harus bergerak dari sekarang.
Stunting ini bukan urusan puskesmas saja, tapi urusan kita semua,” kata Ni Made.
Ia mengungkapkan, masih banyak persoalan yang ditemukan di lapangan.
Mulai dari tingginya angka anemia pada remaja putri, ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), keterlambatan ibu bersalin mendapatkan pelayanan kesehatan, hingga masih terjadinya pernikahan usia anak.
Bagi Ni Made, persoalan-persoalan itu saling berkaitan dan akan menjadi ancaman serius apabila tidak segera ditangani.
“Stunting dengan nikah usia anak itu ibarat bom waktu.
Kalau torang biarkan terus, jangan berharap tahun 2045 torang punya generasi yang sehat, pintar, dan mampu bersaing,” ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, UPT Puskesmas Ampana Timur meluncurkan dua inovasi, yakni GASKAN CINTA (Gagalkan Stunting Sebelum ke Pelaminan, Catin Sehat Generasi Mantap) danPAKET JNT (Pelayanan Komplit Jemput, Antar, dan Terdata).
Menurut Ni Made, GASKAN CINTA merupakan pengembangan dari inovasi ALIS PENGANTIN (Alur Layanan Simpel Calon Pengantin Cegah Stunting) yang sebelumnya mengantarkan Puskesmas Ampana Timur meraih penghargaan Puskesmas Terinovatif Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.
Lewat program ini, setiap calon pengantin wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, skrining anemia, pemeriksaan status gizi, edukasi konsumsi tablet tambah darah hingga pendampingan oleh tokoh agama saat bimbingan perkawinan.
Pendampingan kemudian berlanjut hingga memasuki masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
Sementara itu, inovasi PAKET JN lahir dari persoalan yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat.
Banyak ibu hamil terlambat memperoleh pelayanan kesehatan karena jarak ke puskesmas cukup jauh, biaya transportasi mahal, keputusan keluarga yang lambat membawa pasien ke fasilitas kesehatan, hingga lambannya pengurusan administrasi kependudukan.
“Masih banyak masyarakat yang terkendala transportasi.
Sewa bentor mahal, jalan jauh, kadang keluarga juga terlambat mengambil keputusan.
Belum lagi urusan administrasi yang sering memakan waktu.
Dari situ torang berpikir harus ada solusi yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tutur Ni Made.
Melalui PAKET JNT, Puskesmas Ampana Timur menyediakan layanan penjemputan ibu bersalin menuju fasilitas kesehatan, mengantar ibu dan bayi kembali ke rumah setelah persalinan, sekaligus membantu pengurusan dokumen administrasi seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Ini bukan sekadar jemput ibu hamil.
Yang kita pikirkan adalah bagaimana ibu dan bayi bisa selamat, pelayanan lebih cepat, dan masyarakat merasa pemerintah benar-benar hadir,” katanya.
Sementara itu Dalam rapat tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) juga memberikan penguatan mengenai pentingnya pendewasaan usia pernikahan sebagai salah satu langkah mencegah stunting sejak sebelum pasangan membangun rumah tangga.
Sebagai penutup seluruh peserta menandatangani Komitmen Bersama Percepatan Penurunan Stunting sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi inovasi GASKAN CINTA dan PAKET JNT di wilayah kerja UPT Puskesmas Ampana Timur.
“Mari torang sama-sama bergandengan tangan. Generasi Emas 2045 tidak akan datang dengan sendirinya.
Semua harus dimulai dari kerja nyata hari ini.
Kalau bukan torang yang mulai, siapa lagi?”tutupnya.
#gobidik_
Tidak ada komentar