Aktivis Andika Wijaya Kecam Keras Klarifikasi Pihak Kopi Kenangan Gorontalo: Alasan Dinilai Tidak Masuk Akal

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Mar 2026 07:31 266 Redaksi

Gobidik.com – Gorontalo – Aktivis Andika Wijaya mengecam keras klarifikasi yang disampaikan manajemen Kopi Kenangan terkait dugaan penggunaan mushola sebagai tempat penyimpanan barang di outlet mereka di Gorontalo.

Menurut Andika, sejumlah poin dalam klarifikasi pihak manajemen justru menimbulkan pertanyaan baru dan dinilai tidak logis jika dilihat dari sudut pandang publik.

“Di dalam klarifikasi itu ada beberapa hal yang janggal dan sulit diterima akal sehat,” tegas Andika dalam keterangannya kepada media.

Ia membeberkan beberapa poin yang dianggap bermasalah.

Pertama, pihak Kopi Kenangan menyebut adanya arahan untuk menempatkan barang sementara di dalam mushola.

Hal ini justru memunculkan pertanyaan serius.

“Siapa yang memberikan arahan tersebut? Jika benar ada arahan, maka persoalannya justru ada pada orang yang memberi perintah menjadikan mushola sebagai tempat penyimpanan barang,” ujar Andika.

Kedua, manajemen juga menyebut bahwa outlet di Gorontalo merupakan outlet terbesar di Sulawesi.

Namun menurut Andika, pernyataan itu justru bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi.

“Kalau memang itu outlet terbesar, kenapa sampai mushola dijadikan gudang? Bahkan helm terlihat berada di dalam mushola.

Padahal mereka memiliki area parkir dan juga petugas parkir,” katanya.

Ketiga, alasan bahwa operasional sedang sibuk juga dinilai tidak bisa dijadikan pembenaran.

“Jangan sampai rumah ibadah diperlakukan begitu rendah hanya karena alasan operasional sedang sibuk.

Mushola adalah tempat ibadah yang seharusnya dijaga kesuciannya,” tegasnya.

Andika menilai klarifikasi yang disampaikan manajemen Kopi Kenangan tidak menyentuh substansi persoalan, bahkan tidak disertai dengan permintaan maaf kepada publik.

“Jangan memberikan klarifikasi yang tidak bisa diterima oleh publik. Kalau memang ada kesalahan, seharusnya disampaikan secara terbuka dan meminta maaf kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, Andika juga mendesak Pemerintah Kota Gorontalo dan Adhan Dambea untuk segera mengambil sikap tegas terhadap persoalan tersebut.

Ia meminta agar pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap dugaan pelecehan terhadap tempat ibadah di daerah yang dikenal dengan julukan “Serambi Madinah” itu.

“Kalau perlu pemerintah memberikan sanksi tegas.

Bahkan bila dianggap melanggar norma dan tidak menghargai rumah ibadah, penutupan sementara juga harus dipertimbangkan,” pungkasnya.

M.Fadli #gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA