Gobidik.com – Pohuwato – Gorontalo, Aktivis mahasiswa Tri Jayudi kembali melontarkan kritik keras kepada aparat penegak hukum.
Ia mendesak Polda Gorontalo untuk segera turun tangan dan membongkar dugaan praktik mafia BBM yang diduga terjadi di SPBU Randangan.
Menurut Tri Jayudi, persoalan ini tidak lagi bisa dianggap sebagai isu biasa.
Keluhan masyarakat terkait panjangnya antrean BBM terus terjadi, sementara dugaan penyalahgunaan distribusi BBM justru semakin menjadi sorotan publik.
“Jangan sampai masyarakat menilai aparat hanya menjadi penonton.
Jika memang tidak ada pelanggaran, buktikan melalui penyelidikan yang transparan. Namun jika ditemukan adanya praktik mafia BBM, maka pelakunya harus diproses tanpa pandang bulu,” tegas Tri Jayudi.
Ia juga mendesak PT Pertamina Patra Niaga untuk tidak tinggal diam.
Menurutnya, sebagai pihak yang memiliki kewenangan pengawasan distribusi BBM, Pertamina harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPBU Randangan.
Lebih lanjut, Tri Jayudi meminta agar PT Pertamina Patra Niaga memberikan rekomendasi kepada Dinas ESDM Provinsi Gorontalo untuk melakukan pemeriksaan mendalam dan menjatuhkan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran, termasuk penghentian sementara operasional SPBU tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita menyaksikan sendiri antrean kendaraan yang mengular setiap hari.
Rakyat kecil harus menunggu lama hanya untuk mendapatkan BBM.
Sementara itu muncul dugaan adanya pihak-pihak yang bermain dan mengambil keuntungan dari hak masyarakat.
Jika dugaan ini benar, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat,” ujar Tri Jayudi.
Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapatkan kepastian atas distribusi BBM yang adil dan transparan.
Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum tidak ragu mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat apabila ditemukan bukti pelanggaran.
#gobidik_
Tidak ada komentar