
Gobidik.com – SIGI – Sulawesi Tengah, Catatan gemilang berhasil ditorehkan oleh Kafilah Kabupaten Buol dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Kabupaten Sigi.
Tampil impresif, regu Fahmil Qur’an utusan Kabupaten Buol dipastikan mengunci tiket menuju babak final setelah menumbangkan rival kuat, Kafilah Morowali Utara (Morut) dan Kabupaten Toli-Toli.
Pertandingan di cabang Fahmil Qur’an ini berlangsung dengan tensi tinggi.
Sejak babak awal, utusan Buol menunjukkan dominasi dalam penguasaan materi, ketepatan jawaban, serta kecepatan dalam babak rebutan.
Strategi matang dan ketenangan mental membuat kafilah Buol berhasil menggeser perolehan poin dari dua kabupaten pesaingnya tersebut.
Apresiasi dari Ketua Kafilah
Keberhasilan ini menuai pujian langsung dari Ketua Kafilah Kabupaten Buol, Drs.Kasim Rauf.
Beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi, kerja keras, dan fokus yang ditunjukkan oleh para peserta serta tim pelatih.
“Ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa dan membanggakan bagi seluruh masyarakat Buol.
Anak-anak kita tampil dengan penuh percaya diri dan mampu keluar dari tekanan di tengah persaingan yang sangat ketat melawan Morowali Utara dan Toli-Toli,” ujar Kasim Rauf dengan nada bangga.
Kasim Rauf juga menambahkan bahwa perjuangan belum usai.
Beliau meminta seluruh tim untuk tetap rendah hati, menjaga stamina, dan terus mengasah konsentrasi demi menghadapi babak final yang diprediksi akan berjalan jauh lebih sengit.
Fokus Menuju Podiun Juara
Dengan hasil ini, cabang Fahmil Qur’an menjadi salah satu tumpuan besar bagi Kabupaten Buol untuk mendulang medali emas di ajang MTQ ke-31 tingkat Provinsi Sulteng tahun 2026 ini.
Dukungan dan doa dari segenap masyarakat Buol terus mengalir agar kafilah tanah Pogogul bisa memberikan penampilan terbaik di babak pamungkas nanti dan membawa pulang piala kemenangan.
Di bawah bimbingan dingin Ustadz Ahmad, tim MFQ Buol tampil memukau sejak babak penyisihan.
Ketenangan, ketepatan menjawab, dan mental baja yang ditunjukkan para santri di panggung utama berhasil menumbangkan perwakilan dari kabupaten-kabupaten kuat lainnya.
“Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan doa yang tiada henti.
Anak-anak telah mengorbankan banyak waktu untuk belajar dan menghafal, dan hari ini Allah memberikan jalan bagi mereka menuju final,” ujar Ustadz Ahmad dengan mata berkaca-kaca saat ditemui usai pertandingan babak semifinal.
#gobidik_
Tidak ada komentar