Letusan Senjata Api Gegerkan Petani Una-Una, Diduga Aktivitas TNKT

waktu baca 3 menit
Rabu, 31 Des 2025 09:04 225 Redaksi

Gobidik.com- Touna — Suara letusan senjata api yang terdengar dari kawasan hutan di wilayah Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu, masih menyisakan ketakutan mendalam bagi para petani di sekitar lokasi.

Meski peristiwa tersebut terjadi sekitar sepekan lalu, hingga kini keresahan masyarakat belum juga mereda.

Peristiwa mencekam itu dialami langsung oleh sepasang suami istri yang tinggal dan beraktivitas di kawasan tersebut, masing-masing berinisial R dan MR. Saat kejadian, keduanya berada di pondok mereka di dalam kawasan hutan.

R mengaku sangat terkejut ketika mendengar suara tembakan yang menggema hingga sekitar tujuh kali dan terdengar jelas di sekitar pondok tempat mereka beraktivitas.

MR yang saat itu berada di dalam pondok langsung dilanda kepanikan. Dalam kondisi ketakutan, ia bergegas keluar pondok dan masuk ke dalam hutan untuk mencari suaminya, lantaran khawatir akan keselamatan R setelah mendengar suara letusan senjata api yang terdengar sangat dekat dari pondok mereka.

“Kami kaget dan takut. Apalagi suara tembakan dekat dengan pondok, jangan sampai ada peluru nyasar,” ujar MR kepada media saat berada di lokasi kejadian.(24/12)

Sejumlah warga mengaku melihat penembakan tersebut dilakukan oleh petugas yang berpakaian rapi.

Menurut keterangan warga, aksi itu terjadi usai petugas melakukan pemasangan spanduk larangan bertuliskan “Area Ini Dalam Pengawasan” yang berada di kawasan taman nasional.

“Saaat saya datangi mereka melihat sasaran tembak ke depan, tidak tahu kena apa, seperti botol,” ucap R.

Ia juga menyebut senjata yang digunakan berukuran panjang sekitar setengah meter. “Senjatanya panjang, seperti senjata lipat.

Saya yakin itu senjata api,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun,muncul dugaan kuat bahwa suara tembakan tersebut berasal dari aktivitas pihak Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT).

Beberapa media juga memperoleh penjelasan resmi dari pihak TNKT yang membenarkan bahwa mereka memang melakukan pengecekan senjata api di area hutan, tepatnya di lokasi tebing, dan kegiatan tersebut diklaim telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Perwakilan TNKT berinisial A menjelaskan bahwa pengecekan senjata dilakukan sebagai bagian dari tugas pengawasan.

“Ada hal-hal yang memang harus kita pastikan. Bagaimana kalau di lapangan senjata macet dan justru petugas yang jadi korban. Yang jelas, apa yang kami lakukan tidak ada tujuannya untuk menakut-nakuti masyarakat.

Kami sudah sesuai SOP penggunaan senjata api, memiliki KTA, dan arah tembakan dilakukan ke lokasi yang aman, yaitu ke tebing,” beber A Senin (30/12/2025)

A menambahkan, saat di lokasi pihak TNKT menggunakan dua pucuk senjata api, masing-masing dengan dua butir peluru, sebagaimana tercantum dalam berita acara yang telah dilaporkan.

“Pembuangan peluru itu bukan sembarangan, tetapi berdasarkan fakta lapangan untuk memastikan kondisi senjata. Dari dua pucuk senjata api itu, peluru dilepaskan khusus untuk keperluan pengecekan,” jelas A

Diketahui, pemegang senjata api dalam kegiatan tersebut diduga merupakan petugas TNKT berinisial A dan M.

Meski telah ada klarifikasi resmi, warga berharap ke depan aktivitas serupa dapat disampaikan atau dikoordinasikan terlebih dahulu agar tidak kembali menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Desa Cendana Abdul Manan menyampaikan kekecewaannya saat dimintai keterangan terkait kejadian yang dialami warganya. Ia menyesalkan tidak adanya pemberitahuan kepada pemerintah desa sebelum kegiatan tersebut dilakukan.

“Kami sebagai aparat desa sangat menyayangkan kejadian ini.

Apalagi jika benar menggunakan senjata api, tentu ada SOP yang harus dipatuhi. Seharusnya ada pemberitahuan resmi ke desa jika mereka memang petugas,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan,Warga berharap adanya keterbukaan informasi terkait penggunaan senjata api di kawasan hutan, sekaligus kejelasan tujuan kegiatan tersebut,agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak lagi menimbulkan keresahan di kemudian hari.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA