
Gobidik.com- Buol – Pertandingan sepak bola antara Bahari Kumaligon dan KTM Tiloan berubah menjadi sorotan tajam setelah official Bahari Kumaligon melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai tidak netral dan mengabaikan prinsip keadilan di lapangan.
Dalam laga tersebut, official Bahari Kumaligon menilai wasit secara terang-terangan mengabaikan sejumlah pelanggaran yang dilakukan pemain KTM Tiloan.
Sikap itu dianggap bukan lagi kelalaian teknis, melainkan bentuk ketidakprofesionalan yang merusak esensi pertandingan.
“Pelanggaran terjadi di depan mata, tetapi dibiarkan. Ini bukan kesalahan kecil. Ini mencederai keadilan dan merusak kepercayaan terhadap kompetisi,” tegas salah satu official Bahari Kumaligon, Senin 12/01/2026
Atas kejadian ini, pihak Bahari Kumaligon secara terbuka menuntut ketua komite penyelenggara bertanggung jawab, karena dinilai gagal menjamin pertandingan berjalan jujur, adil, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Mereka menegaskan bahwa insiden tersebut bertolak belakang dengan semangat sepak bola yang selama ini digaungkan Bupati Buol, yakni menjadikan olahraga sebagai sarana pembinaan karakter, persatuan, dan kompetisi yang sehat.
“Jika wasit dibiarkan bertindak tidak sportif dan komite memilih diam, maka jargon sportivitas hanya menjadi slogan kosong,” kata official tersebut.
Bahari Kumaligon mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap perangkat pertandingan, termasuk sanksi tegas terhadap wasit apabila terbukti melanggar kode etik.
Mereka menilai tanpa langkah tegas, sepak bola di daerah hanya akan dipenuhi konflik dan kekecewaan.
#gobidik_
Tidak ada komentar