Gobidik.com – Gorontalo, Dugaan lambannya penanganan pasien rujukan kembali menjadi sorotan publik.
Seorang pasien berinisial Nm, asal Kabupaten Buol, dilaporkan belum mendapatkan tindakan medis lanjutan yang dinilai mendesak meskipun telah dirawat selama kurang lebih empat hari di ruang Bedah Urologi RS Toto Kabila.
Pasien diketahui dirujuk sejak Rabu malam (1 April 2026) dari RSUD Mokoyurli Buol dalam kondisi membutuhkan penanganan spesialis.
Namun hingga hari keempat perawatan, tindakan medis utama yang menjadi dasar rujukan belum juga dilakukan.
Keluarga pasien menyampaikan bahwa kondisi pasien disebut terus memburuk dan membutuhkan penanganan intensif secepatnya.
Salah satu pendamping pasien menyampaikan bahwa pihak keluarga merasa pelayanan yang diberikan belum maksimal.
“Pasien dalam kondisi kritis dan seharusnya segera dilakukan tindakan sesuai diagnosa rujukan ke dokter urologi di RS Toto Kabila,” ungkapnya.
Pihak keluarga juga telah mengonfirmasi langsung kepada dokter urologi yang menangani pasien.
Berdasarkan penjelasan dokter, tindakan medis belum dapat dilakukan karena masih menunggu pemeriksaan USG, sementara dokter pemeriksa baru tersedia hari Senin.
Sebagai alternatif, pihak rumah sakit disebut akan melakukan pemeriksaan CT Scan sambil menunggu pemeriksaan penunjang tersebut.
Menanggapi kondisi ini, M. Fadli, aktivis lingkungan dan sosial Gorontalo, menilai keterlambatan penanganan pasien rujukan dalam kondisi kritis merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai hal biasa dalam sistem pelayanan kesehatan rujukan.
Menurutnya, rumah sakit rujukan seharusnya memiliki kesiapsiagaan layanan penunjang medis, terutama ketika berhadapan dengan pasien dalam kondisi darurat.
“Pasien dirujuk karena membutuhkan penanganan cepat dan spesialis.
Jika kemudian harus menunggu berhari-hari hanya karena layanan penunjang belum tersedia, maka ini patut menjadi perhatian serius.
Nyawa manusia tidak boleh menunggu jadwal pelayanan,” tegas M. Fadli.
Ia juga meminta manajemen RS Toto Kabila segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait keterlambatan tindakan terhadap pasien tersebut serta memastikan pasien mendapatkan penanganan maksimal sesuai standar pelayanan medis.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak manajemen rumah sakit belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan keluarga pasien.
Media membuka ruang hak jawab kepada pihak RS Toto Kabila sebagai bentuk keberimbangan informasi kepada publik.
#gobidik_
Tidak ada komentar