Pimpinan HTI Gorontalo Utara Penakut Dan Humas Yang Sesat

waktu baca 3 menit
Rabu, 15 Apr 2026 17:01 100 Redaksi

‎Gobidik.com – Gorontalo Utara – Apa yang terjadi di tubuh HTI Gorontalo Utara hari ini bukan lagi sekadar persoalan teknis atau kekeliruan administratif.

Ini adalah potret nyata dari pembangkangan terhadap hukum yang dilakukan secara terus-menerus dan terang-terangan.

Tidak ada alasan yang bisa membenarkan praktik truk bermuatan berlebih yang tetap dibiarkan beroperasi, maupun penggunaan tenaga kerja asing (TKA) yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Truk dengan muatan berlebihan adalah ancaman nyata.

Ini bukan sekadar pelanggaran, tetapi bentuk kelalaian yang berpotensi mencelakai masyarakat.

Jalan rusak, risiko kecelakaan meningkat, dan kerugian negara akibat infrastruktur yang hancur menjadi dampak yang harus ditanggung publik. Namun, HTI seolah tidak peduli.

Peringatan sudah berulang kali disampaikan, bahkan melalui forum resmi bersama DPRD, tetapi tetap diabaikan.

Ini menunjukkan satu hal: HTI dengan sadar membiarkan pelanggaran itu terus terjadi.

Lebih parah lagi, penggunaan tenaga kerja asing yang tidak sesuai aturan adalah bentuk penghinaan terhadap tenaga kerja lokal dan kedaulatan hukum negara.

Ketika aturan dilanggar secara terbuka dan tidak ada tindakan tegas dari perusahaan, maka jelas ada sikap abai yang tidak bisa ditoleransi.

Ini bukan lagi soal kelalaian, ini adalah bentuk kesengajaan.

Namun, puncak dari semua persoalan ini adalah sikap pimpinan HTI Gorontalo Utara yang menunjukkan wajah asli kepemimpinan yang lemah dan penakut.

Dalam forum dialog publik yang digelar HMI Cabang Gorontalo, ruang terbuka yang sah, kritis, dan intelektual, pimpinan HTI justru memilih untuk bersembunyi Tidak hadir Tidak berani dan Tidak bertanggung jawab.

‎Mengirimkan HUMAS yang tidak memiliki kewenangan adalah bentuk penghindaran yang memalukan.

Ini bukan hanya pelecehan terhadap forum dialog, tetapi juga bentuk nyata dari ketidakseriusan perusahaan dalam menyelesaikan masalah.

Lebih buruk lagi, pernyataan yang disampaikan oleh HUMAS justru penuh dengan narasi yang menyesatkan, tidak menjawab substansi, dan cenderung memutarbalikkan fakta.

Ini bukan komunikasi publik, ini adalah upaya mengelabui masyarakat.

‎HMI Cabang Gorontalo dengan tegas menyatakan: pimpinan HTI Gorontalo Utara adalah penakut yang tidak memiliki keberanian moral untuk menghadapi persoalan yang mereka ciptakan sendiri.

Mereka gagal total dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Sementara itu, HUMAS yang diutus justru menunjukkan sikap yang sesat dalam menyampaikan informasi kepada publik.

‎Jika perusahaan seperti ini terus dibiarkan beroperasi tanpa tindakan tegas, maka yang runtuh bukan hanya jalan dan aturan, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap hukum. Negara tidak boleh kalah oleh korporasi.

Aturan tidak boleh tunduk pada kepentingan perusahaan.

‎Kami tegaskan, mahasiswa dan pemuda tidak akan diam.

Jika ruang dialog dihindari, maka tekanan akan ditingkatkan.

Jika suara diabaikan, maka aksi akan diperbesar.

Ini adalah peringatan keras: jangan uji kesabaran rakyat.

‎HTI harus bertanggung jawab. Pimpinan harus keluar dari persembunyian. Dan hukum harus ditegakkan tanpa kompromi.‎

‎Jika tidak, maka perlawanan akan menjadi jawaban.

Oleh: Agung Bobihu, HMI Cabang Gorontalo #gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA