Karhutla Buol Meningkat, Lebih 100 Titik Api Terdeteksi—Bupati Risharyudi: Kita Harus Jadi Pemadam, Bukan Penonton

waktu baca 2 menit
Kamis, 17 Sep 2026 20:07 31 Redaksi

Gobidik.com – Buol, Sulawesi Tengah –Kabupaten Buol dilanda ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dari lebih 100 titik api yang terdeteksi di wilayah tersebut, baru 29 titik yang berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Data tersebut diungkapkan oleh Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, saat memimpin Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Karhutla di Lapangan Desa Pomayagon, Kecamatan Momunu, Kamis (17/9/2026).

Melihat tingginya jumlah titik api yang masih aktif, Risharyudi menegaskan agar seluruh pihak tidak sekadar menggelar acara seremonial, melainkan langsung turun tangan ke lapangan.

“Kita tidak bisa hanya jadi penonton.

Jangan hanya menonton api menyala.

Kita harus bertindak menjadi pemadam,” ujar Risharyudi dalam arahannya.

Ia meminta pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, hingga masyarakat saling bahu-membahu mencegah api meluas ke area pemukiman dan lahan pertanian.

Kendalanya Medan dan Peralatan
​Masih tersisanya puluhan titik api yang belum tertangani memicu perhatian publik terkait kesiapan personel, ketersediaan air, serta keterbatasan alat di lapangan.

Wilayah geografis yang sulit dijangkau diduga menjadi salah satu penghambat utama proses pemadaman.

Untuk memaksimalkan penanganan, pemkab mendorong transparansi data harian mengenai titik api serta penguatan tim siaga di tingkat desa.

Fokus Utama Penanganan Karhutla Buol: Pembaruan Data: Mempublikasikan perkembangan titik api dan area yang berhasil dipadamkan secara berkala.

Penguatan Desa: Membentuk tim tanggap darurat desa untuk patroli dan pelaporan dini.

Eskalasi Logistik: Memastikan kesiapan armada, sumber air, dan alat pemadam di area rawan.

Pemerintah Daerah Buol mengimbau warga untuk segera melaporkan setiap kemunculan titik asap guna mencegah kebakaran membesar.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    - - -
    LAINNYA