Begini Cara Haris Julianto Jalankan Reses, Berbeda Dengan Anggota Dewan Lain

waktu baca 3 menit
Senin, 8 Des 2025 21:38 290 Redaksi

Gobidik.com-Sul-Teng, Saat kebanyakan anggota dewan datang dengan agenda sendiri, wakil rakyat Buol-Tolitoli ini justru meminta “disurat” dulu oleh kepala desa. Hasilnya? Pokir senilai Rp 2,6 miliar dan metode yang patut ditiru

Reses biasanya seperti ini, anggota dewan datang, masyarakat mengadu, janji dicatat, lalu… entah kemana kelanjutannya. Tapi Haris Julianto punya cara lain.

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Komisi II ini mengaku sengaja membuat resesnya “tampil beda” dari yang lain. Caranya sederhana tapi efektif: ia meminta kepala desa menyurati dirinya terlebih dahulu sebelum reses dilakukan.

“Reses terakhir saya di Paleleh, saya bikin tampil beda. Saya minta kepala desa menyurati saya. Jadi ketika saya hadir, bisa sesuai dengan keinginan masyarakat,” ungkap wakil rakyat dari dapil Buol-Tolitoli ini, saat di temui di ruang kerjanya, Senin (08/12).

Bukan Sekadar Dengar Keluhan, Tapi Minta Usulan

Perbedaan lainnya? Haris tidak cuma mendengarkan. Setiap aspirasi yang masuk, ia minta dituangkan dalam bentuk proposal yang terstruktur. Bukan perkara ribet, tapi justru memudahkan proses tindak lanjut.

“Setiap orang yang reses, buatkan usulan dan lihat berapa kelompok yang diminta,” jelasnya.

Metode ini terbukti ampuh. Buktinya, jumlah Pokok Pikiran DPRD (Pokir) yang berhasil dihimpun Haris sudah mencapai Rp 2,6 miliar angka yang tidak main-main untuk ukuran wakil rakyat tingkat provinsi.

Jalur Langsung ke Gubernur, DPRD Cuma Tembusan

Yang lebih menarik lagi, Haris punya strategi khusus agar usulan tidak tersendat di birokrasi. Ia meminta masyarakat mengajukan proposal langsung ke gubernur, sementara DPRD hanya menerima tembusan.

“Saya minta proposal itu diajukan ke gubernur, ke kami tinggal tembusan. Nanti di rapat paripurna itu akan dibahas,” ujarnya menjelaskan alur yang memangkas jalur birokrasi.

Adapun jenis bantuan yang masuk dalam Pokir sangat beragam, disesuaikan dengan kebutuhan riil masing-masing desa.

“Pokir untuk bantuan tergantung dengan kebutuhan dari desa,” tegasnya.

Hilirisasi Jagung dan Kepercayaan Penuh pada Bupati

Selain urusan infrastruktur dan bantuan langsung, Haris juga getol mendorong program hilirisasi komoditas pertanian, khususnya jagung. Ia yakin, ini kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani di daerahnya.

“Percayakan sama bupati, apa yang menjadi harapan masyarakat ke dia. Petani bisa makmur, karena beliau punya visi dan misi,” katanya dengan penuh optimisme terhadap kepemimpinan daerah.

Mimpi Besar: Biarkan Orang Buol Kelola Tambang Buol

Tapi yang paling ambisius dari gagasan Haris adalah soal pengelolaan sumber daya alam. Ia tak hanya bicara soal bagaimana mengeksploitasi, tapi siapa yang seharusnya mengelola.

Mengambil contoh Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Bodi, Haris punya pandangan tegas, kekayaan Buol harus dikelola oleh orang Buol.

“Buol itu kaya sebenarnya. Baiknya sumber daya alam itu dikelola oleh orang Buol,” tegasnya.

“Buatlah yayasan atau koperasi yang dikelola oleh orang Buol. Misalnya masyarakat buat yayasan untuk mengelola pertambangan,”lanjutnya

Visinya sederhana: alih-alih kekayaan daerah dinikmati pihak luar, lebih baik masyarakat lokal yang mengelola dan menikmati hasilnya sendiri.

Reses Bukan Ritual, Tapi Kerja Nyata

Pendekatan Haris Julianto memang berbeda dari kebanyakan anggota dewan. Ia tidak menjadikan reses sebagai rutinitas belaka, melainkan momentum konkret untuk menghasilkan solusi terstruktur.

Dengan sistem surat dari kepala desa, proposal tertulis, jalur langsung ke gubernur, dan Pokir senilai Rp 2,6 miliar, Haris membuktikan bahwa reses bisa lebih dari sekadar basa-basi politik.

Dan yang lebih penting: ia membawa mimpi besar bahwa orang lokal tidak hanya menjadi penonton, tapi pelaku utama dalam mengelola kekayaan daerahnya sendiri.

Haris Julianto adalah Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Komisi II yang membidangi UMKM, pertanian, perikanan, dan pertambangan untuk daerah pemilihan Buol-Tolitoli.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    - - -
    LAINNYA