
Gobidik.com – Kabupaten Gorontalo — Forum Pemuda Gorontalo melontarkan kritik keras dan pedas terhadap pemerintah kabupaten Gorontalo, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gorontalo, DPRD, serta Polres Gorontalo yang dinilai tidak peka terhadap situasi daerah yang tengah disorot akibat berbagai kasus dugaan korupsi dan masalah.
Alih-alih fokus menuntaskan persoalan hukum yang tengah bergulir, institusi penegak hukum dan legislatif justru disorot karena menggelar agenda seremonial di luar daerah.
Kabupaten Gorontalo saat ini dinilai berada dalam kondisi “banyak kasus korupsi”.
Sejumlah kasus besar masih menjadi perhatian publik, mulai dari dugaan perjalanan dinas fiktif yang sementara berproses di Kejari Kabupaten Gorontalo, hingga mangkraknya pembangunan Rumah Sakit Dunda Limboto yang hingga kini tak kunjung tuntas.
Kondisi ini menjadikan Kabupaten Gorontalo sorotan publik, bukan hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional.
Namun ironisnya, di tengah situasi tersebut, pemerintah kabupaten,Kejari Kabupaten Gorontalo bersama DPRD justru melakukan agenda seremonial di luar daerah, tepatnya di Manado, beberapa hari lalu.
Agenda yang diklaim sebagai upaya pencegahan korupsi itu justru memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
“Ini aneh tapi lucu. Kabupaten Gorontalo sedang banyak kasus korupsi, tapi upaya pencegahan korupsinya malah dilakukan di luar daerah.
Seharusnya fokus menyelesaikan kasus yang ada, bukan sibuk dengan acara seremonial,” tegas Rivandi, perwakilan Forum Pemuda Gorontalo.
Menurut Rivandi, kegiatan tersebut tidak hanya mencederai rasa keadilan publik, tetapi juga dinilai sebagai pemborosan anggaran di tengah semangat efisiensi keuangan daerah.
Ia mempertanyakan urgensi pelaksanaan kegiatan di luar Provinsi Gorontalo.
“Kenapa kegiatan seperti ini tidak dibuat di daerah saja? Kabupaten Gorontalo justru banyak kasus korupsi. Kalau dibuat di sini, ada perputaran ekonomi, anggaran tidak lari ke luar daerah.
Ini malah sebaliknya, buang-buang anggaran,” ungkapnya.
Forum Pemuda Gorontalo menilai pemerintah kabupaten Gorontalo, Kejari, DPRD, dan Polres Gorontalo seakan lebih fokus pada pencitraan , acara seremonial ketimbang menunjukkan keseriusan dalam penegakan hukum kasus perjalanan dinas fiktif dan rumah sakit dunda limboto .
Padahal, kejelasan penanganan kasus dugaan perjalanan dinas fiktif dan proyek mangkrak sangat dinantikan oleh masyarakat.
Sebagai bentuk kekecewaan, Forum Pemuda Gorontalo memastikan akan menggelar aksi dalam waktu dekat.
Aksi tersebut bertujuan mendesak transparansi dan kejelasan penanganan seluruh kasus dugaan korupsi yang saat ini ditangani oleh Polres maupun Kejari Kabupaten Gorontalo.
“Kami akan turun ke jalan. Ini bentuk perlawanan moral.
Jangan sampai penegakan hukum hanya jadi slogan, sementara praktiknya justru dipenuhi agenda seremonial yang tidak menyentuh akar masalah,” tutup Rivandi.
M.fadli #gobidik_
Tidak ada komentar