Gobidik.com – Gorontalo – Aktivis Andika Wijaya Menyayangkan sikap dari Pengelola Fasilitas Kopi Kenangan Gorontalo, di saat Cafe Lain Sangat Memperhatikannya, Kopi Kenangan gorontalo justru sebaliknya.
Pengalihan fungsi mushola kafe menjadi gudang sangat disayangkan, karena mushola yang nyaman merupakan poin plus penting bagi kenyamanan pelanggan.
Sebaliknya, tren saat ini menunjukkan kafe justru berupaya menyediakan mushola yang layak, proper, dan bersih untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung terlebih ini bertepatan dengan bulan suci ramadhan yang sudah hampir di penghujung.
Kita semua tau bahwa Gorontalo Merupakan Bumi Serambi Madinah, Khalifah di Kota Gorontalo merupakan Orang yang sangat Agamais, Sudah Sepantasnya walikota gorontalo bertindak tegas atas hal ini, Masalah ini layaknya Penghinaan terhadap tempat ibadah, terlebih di Gorontalo adalah Mayoritas Muslim.
Menghina tempat ibadah atau simbol agama merupakan tindakan serius yang melanggar hukum, etika, dan norma sosial di Indonesia
Ini adalah bentuk kritikan bukan seolah olah menjatuhkan Kopi Kenangan Gorontalo, sebagai Gen Z saya Mengapresiasi Keberadaan Coffe Shop yang cukup ternama tersebut, tapi sebagai Warna Negara Indonesia saya punya Hak Untuk Mengkritik Hal hal yang menyimpang apalagi ini soal tempat Ibadah.
Aktivis Andika Menantang Walikota Gorontalo untuk memberikan Sanksi kepada Pihak Kopi Kenangan Gorontalo
Tentunya ini menjadi Pelajaran Untuk Seluruh Coffe Shop di gorontalo apabila terdapat Fasilitas Mushola di dalamnya kita Harus Merawat, Menjaga agar bagaimana tempat ibadah tersebut menjadi Selayak layaknya tempat ibadah.
M.Fadli #gobidik_
Tidak ada komentar