Gobidik.com -Gorontalo – Pohuwato – Taluditi, Kawasan arboretum yang berada di Kecamatan Taluditi kini terlihat memprihatinkan.
Kawasan yang sebelumnya dibangun sebagai ruang konservasi, edukasi lingkungan, serta potensi wisata alam tersebut tampak tidak lagi terpelihara dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, gerbang utama kawasan arboretum masih berdiri, namun akses menuju kawasan tersebut terlihat tidak terawat.
Jalan masuk dipenuhi rumput liar dan portal pembatas masih menutup jalur masuk, menandakan kawasan tersebut sudah lama tidak difungsikan secara aktif.
Selain itu, papan denah kawasan arboretum yang seharusnya menjadi petunjuk bagi pengunjung tampak kusam dan tidak terurus.
Dalam denah tersebut tercantum berbagai fasilitas seperti gedung penerima, area penginapan, kantor dan aula, mushollah, rumah kaca, menara pandang, gazebo, serta area parkir.
Namun kondisi di lapangan menunjukkan fasilitas-fasilitas tersebut tidak berjalan sesuai fungsi yang direncanakan.
Salah satu bangunan yang berada di dalam kawasan juga terlihat tidak terurus.
Bangunan tersebut tampak kosong tanpa aktivitas dan dikelilingi oleh semak serta rumput yang tumbuh tinggi.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai pengelolaan dan pemeliharaan kawasan yang sebelumnya telah dibangun menggunakan anggaran negara.
Aktivis lingkungan Wahyudin Mahmud menilai kondisi ini sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait, khususnya Balai Wilayah Sungai (BWS).
Menurut Wahyudin, pihak BWS perlu memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait pengelolaan serta anggaran pemeliharaan kawasan arboretum tersebut.
“Kami mendesak pihak BWS untuk menjelaskan secara terbuka kepada publik terkait anggaran pemeliharaan kawasan arboretum di Kecamatan Taluditi.
Jangan sampai fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran negara justru terbengkalai dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wahyudin Mahmud.
Ia juga menegaskan bahwa jika pihak BWS tidak mampu memberikan penjelasan yang transparan kepada publik mengenai penggunaan dan pengelolaan anggaran pemeliharaan arboretum tersebut, maka Kepala BWS dinilai tidak layak mempertahankan jabatannya.
“Apabila Kepala BWS tidak mampu memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik terkait anggaran pemeliharaan kawasan arboretum ini, maka kami mendesak agar Kepala BWS segera dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya,” tegas Wahyudin.
Ia berharap pemerintah serta pihak terkait segera melakukan evaluasi dan langkah konkret agar kawasan arboretum di Kecamatan Taluditi dapat kembali difungsikan sebagaimana tujuan awal pembangunannya, yakni sebagai kawasan konservasi, edukasi lingkungan, serta potensi wisata alam bagi masyarakat.
Masyarakat pun berharap agar kawasan arboretum tersebut dapat kembali dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal sehingga tidak menjadi aset negara yang terbengkalai.
#gobidik_
Tidak ada komentar