Nyepi dan Ramadan Berjalan Bersamaan, Toleransi Antar Umat Beragama Harmoni Menguat di Pesisir Buol

waktu baca 3 menit
Senin, 16 Mar 2026 14:55 269 Redaksi

Gobidik.com – Buol – Sulawesi Tengah, Suasana penuh kedamaian dan toleransi tampak di pesisir Pantai Desa Bokat, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, pada Senin 16 Maret 2026.

Di tengah umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat Hindu di wilayah tersebut juga melaksanakan rangkaian Upacara Melasti, Untuk Persiapan Menyambut perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dengan khidmat.

Momentum dua perayaan besar keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan ini menghadirkan gambaran indah tentang kehidupan masyarakat yang rukun dan saling menghormati di Kabupaten Buol.

Keheningan Pantai Jadi Bagian Ritual Melasti, Untuk Menyambut Hari Raya Nyepi, Pesisir Pantai Bokat yang biasanya dipenuhi aktivitas nelayan dan warga tampak lebih tenang dari biasanya.

Keheningan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan ritual Melasti yang di jalankan umat Hindu, khususnya dalam menjalankan Catur Brata Penyepian, yaitu menahan diri dari berbagai aktivitas sebagai bentuk penyucian diri.

Meski dua momentum keagamaan besar berlangsung dalam waktu yang berdekatan, aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan penuh pengertian dan saling menghargai antar pemeluk agama.

Bukti Nyata Toleransi di Tanah Buol
Bagi masyarakat setempat, hidup berdampingan dalam keberagaman sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai kebersamaan dan toleransi terus dijaga sebagai wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Di desa kami, perbedaan bukan menjadi penghalang untuk hidup rukun.

Saat saudara kami umat Hindu menjalankan tapa brata Nyepi, kami yang Muslim juga sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Semua saling menghormati,” ujar salah satu warga Desa Bokat.

Aparat Jaga Kondusivitas
Untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan aman dan lancar, unsur TNI/Polri bersama aparat pemerintah desa turut melakukan pemantauan di sekitar lokasi kegiatan.

Beberapa pembatasan aktivitas di area tertentu sekitar pantai dilakukan guna menjaga kekhusyukan umat Hindu yang tengah menjalankan ritual, tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

Ketua Umat Hindu Kabupaten Buol yang juga anggota DPRD Kabupaten Buol, I Wayan Gara, S.Sos., M.K.M, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat atas sikap saling menghormati yang terus terjaga.

“Saya sebagai Ketua Hindu Kabupaten Buol dan juga anggota DPRD Kabupaten Buol mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Buol atas sikap toleransi yang terus dijaga.

Keharmonisan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Buol mampu hidup berdampingan dengan penuh rasa saling menghormati,” ujarnya.

Ia berharap nilai kebersamaan tersebut terus dipertahankan dan menjadi contoh positif bagi daerah lain di Indonesia.

Momentum kebersamaan di Desa Bokat ini menjadi gambaran bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan sosial yang mempererat persaudaraan serta memperkuat kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Buol.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA