Aliansi Peduli Kemanusiaan Pertanyakan Dugaan Pencatutan Nama Intelijen Polres Bone Bolango

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Mei 2026 00:10 163 Redaksi

Gobidik.com – Bone Bolango –  Gorontalo, Kasus kematian penambang Suwawa, Hamid Pakaya, terus menuai perhatian publik.

Di tengah desakan pengusutan tuntas terhadap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab, kini muncul polemik baru terkait dugaan pencatutan nama Intelijen Polres Bone Bolango oleh seorang oknum aktivis.

Polemik tersebut disampaikan oleh Aliansi Peduli Kemanusiaan yang sejak awal mengawal kasus kematian Hamid Pakaya.

Pihak aliansi mengaku mempertanyakan kedatangan seorang oknum aktivis bernama Fajri Langgene yang disebut mencoba melakukan komunikasi dengan pihak aliansi sambil membawa-bawa nama Intelijen Polres Bone Bolango.

Menurut keterangan pihak aliansi, mereka memiliki rekaman percakapan yang dinilai menimbulkan pertanyaan publik.

“Apa tupoksi dan fungsi oknum aktivis bernama Fajri Langgene yang datang mencoba komunikasi dengan membawa-bawa nama Intelijen Polres Bone Bolango? Dalam rekaman yang kami pegang, oknum tersebut mengatakan, ‘Saya datang bukan untuk counter gerakannya kamu, tapi saya diminta tolong oleh Intel Polres,’” ungkap perwakilan aliansi.

Aliansi menilai pernyataan tersebut perlu mendapat klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, khususnya dalam proses pengawalan kasus kematian Hamid Pakaya yang sedang menjadi perhatian publik.

Pihak aliansi juga mempertanyakan mekanisme dan fungsi intelijen kepolisian apabila benar komunikasi terhadap gerakan masyarakat sipil dilakukan melalui pihak di luar institusi resmi.

“Kami dari pihak aliansi mempertanyakan fungsi Kasat Intel maupun Intelijen Polres Bone Bolango lainnya jika komunikasi terhadap gerakan masyarakat justru dilakukan melalui orang sipil.

Ini menjadi tanda tanya besar bagi kami,” lanjutnya.

Aliansi juga meminta pihak Intelijen Polres Bone Bolango segera memberikan penjelasan resmi kepada publik terkait dugaan pencatutan nama institusi tersebut.

“Kami pihak aliansi meminta Kasat Intel Polres Bone Bolango untuk mengklarifikasi terhadap dugaan pencatutan nama Intelijen Polres Bone Bolango agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegas pihak aliansi.

Meski demikian, aliansi menegaskan bahwa mereka tetap menghormati institusi kepolisian dan meminta agar persoalan tersebut segera diklarifikasi secara terbuka guna menghindari kesalahpahaman maupun dugaan liar di ruang publik.

Aliansi juga memastikan akan terus mengawal proses pengusutan kematian Hamid Pakaya hingga seluruh pihak yang dianggap bertanggung jawab diperiksa secara transparan dan adil.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    - - -
    LAINNYA