Aliansi Peduli Kemanusiaan Tegaskan Tidak Takut Hadapi Siapa Pun dalam Mengusut Kematian Hamid Pakaya di Tibor 19

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Mei 2026 00:10 52 Redaksi

Gobidik.com  – Bone Bolango – Gorontalo, Aliansi Peduli Kemanusiaan dengan tegas membantah tuduhan yang menyebut pihaknya memanfaatkan kematian almarhum Hamid Pakaya di lokasi tambang ilegal Tibor 19, Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

Tuduhan tersebut dinilai sebagai upaya menggiring opini publik untuk mengaburkan substansi utama dari tragedi kemanusiaan yang telah merenggut nyawa seseorang di area pertambangan ilegal.

Wahyudin Mahmud yang mewakili pihak aliansi menegaskan bahwa sejak awal perjuangan mereka bukan soal kepentingan pribadi, melainkan soal kemanusiaan dan penegakan hukum atas kematian almarhum Hamid Pakaya yang terjadi di lokasi tambang ilegal yang hingga hari ini masih menyisakan banyak tanda tanya.

“Jangan coba membelokkan persoalan. Yang meninggal adalah manusia, dan kematian itu terjadi di lokasi tambang ilegal. Itu fakta yang tidak bisa ditutupi oleh opini apa pun,” tegas Wahyudin Mahmud dalam pernyataannya.

Aliansi menilai sangat berbahaya apabila ada pihak-pihak yang justru sibuk menyerang gerakan masyarakat sipil yang sedang memperjuangkan pengusutan kasus, sementara akar persoalan terkait aktivitas tambang ilegal dan dugaan pihak yang bertanggung jawab belum sepenuhnya diungkap kepada publik.

Menurut Wahyudin Mahmud, tuduhan bahwa pihak aliansi memanfaatkan kematian korban merupakan bentuk pengalihan isu yang justru berpotensi menghambat proses pengungkapan fakta di balik kematian Hamid Pakaya.

Aliansi Peduli Kemanusiaan juga menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur sedikit pun dalam mengawal kasus tersebut. Bahkan, pihak aliansi menyatakan siap menempuh seluruh jalur hukum demi membuka tabir hitam dan mengungkap sebab akibat di balik kematian almarhum Hamid Pakaya di Tibor 19.

“Kami siap menghadapi siapa pun dan menempuh jalur hukum demi mengungkap fakta sebenarnya.

Jangan ada yang merasa kebal hukum ketika nyawa manusia melayang di lokasi tambang ilegal,” lanjut Wahyudin Mahmud.

Aliansi menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti hanya karena adanya tekanan opini maupun upaya pembungkaman terhadap gerakan sosial yang sedang memperjuangkan keadilan.

Menurut mereka, publik harus mengetahui secara terang siapa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Selain itu, pihak aliansi yang diwakili oleh Wahyudin Mahmud juga mendesak Kapolres Bone Bolango untuk memeriksa, memanggil, dan memproses hukum Hendrik Hadju yang diduga sebagai pemilik sling di Tibor 19.

Di akhir keterangannya, Aliansi Peduli Kemanusiaan meminta aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam dan segera mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat, lalai, maupun mengambil keuntungan dari aktivitas tambang ilegal di Tibor 19.

Menurut pihak aliansi, penegakan hukum harus dilakukan secara terbuka dan tanpa tebang pilih demi memberikan rasa keadilan bagi masyarakat dan keluarga korban.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    LAINNYA