Aliansi Peduli Kemanusiaan Tegaskan Tidak Takut Hadapi Siapa Pun dalam Mengusut Kematian Hamid Pakaya di Tibor 19

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Mei 2026 09:00 151 Redaksi

Gobidik.com – Bone Bolango – Gorontalo, Aliansi Peduli Kemanusiaan dengan tegas membantah tuduhan yang menyebut pihaknya memanfaatkan kematian almarhum Hamid Pakaya di lokasi tambang ilegal Tibor 19, Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

Tuduhan tersebut dinilai sebagai upaya menggiring opini publik untuk mengaburkan substansi utama dari tragedi kemanusiaan yang telah merenggut nyawa seseorang di area pertambangan ilegal.

Pihak aliansi menegaskan bahwa sejak awal perjuangan mereka bukan soal kepentingan pribadi, melainkan soal kemanusiaan dan penegakan hukum atas kematian almarhum Hamid Pakaya yang terjadi di lokasi tambang ilegal yang hingga hari ini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Sementara itu M.fadli aktivis lingkungan mengatakan “Jangan coba membelokkan persoalan. Yang meninggal adalah manusia, dan kematian itu terjadi di lokasi tambang ilegal.

Itu fakta yang tidak bisa ditutupi oleh opini apa pun,” tegas M.Fadli dalam pernyataannya.

Aliansi menilai sangat berbahaya apabila ada pihak-pihak yang justru sibuk menyerang gerakan masyarakat sipil yang sedang memperjuangkan pengusutan kasus, sementara akar persoalan terkait aktivitas tambang ilegal dan dugaan pihak yang bertanggung jawab belum sepenuhnya diungkap kepada publik.

Menurut pihak aliansi, tuduhan bahwa mereka memanfaatkan kematian korban adalah bentuk pengalihan isu yang justru berpotensi menghambat proses pengungkapan fakta di balik kematian Hamid Pakaya.

Aliansi Peduli Kemanusiaan juga menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur sedikit pun dalam mengawal kasus tersebut.

Bahkan, pihak aliansi menyatakan siap menempuh seluruh jalur hukum demi membuka tabir hitam dan mengungkap sebab akibat di balik kematian almarhum Hamid Pakaya di Tibor 19.

“Kami siap menghadapi siapa pun dan menempuh jalur hukum demi mengungkap fakta sebenarnya.

Jangan ada yang merasa kebal hukum ketika nyawa manusia melayang di lokasi tambang ilegal,” lanjut pernyataan tersebut.

Aktivis Gorontalo, Wahyudin Mahmud, juga mendesak agar Kepolisian Resor Bone Bolango tetap memanggil, memeriksa, dan memproses hukum Hendrik Hadju yang diduga sebagai pemilik sling dalam aktivitas di Tibor 19.

Menurutnya, aparat penegak hukum harus bertindak profesional dan transparan demi memastikan tidak ada pihak yang lolos dari proses hukum apabila terbukti memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

Aliansi menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh berhenti hanya karena adanya tekanan opini maupun upaya pembungkaman terhadap gerakan sosial yang sedang memperjuangkan keadilan.

Di akhir keterangannya M Fadli dan Wahyudin Mahmud yaitu dari Aliansi Peduli Kemanusiaan meminta aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam dan segera mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat, lalai, maupun mengambil keuntungan dari aktivitas tambang ilegal di Tibor 19.

Menurut mereka, publik berhak mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab atas kematian almarhum Hamid Pakaya.

#gobidik_

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

    - - -
    LAINNYA