Gobidik.com – Buol – Sulawesi Tengah, Dalam upaya meningkatkan minat baca dan indeks literasi masyarakat hingga pelosok, Dinas Perpustakaan Kabupaten Buol menggelar kegiatan Sosialisasi Pengembangan Perpustakaan Desa yang bertempat di kantor bupati Latai 2, Rabu 29 April 2026 .
Acara ini dihadiri oleh para Kepala Desa, pengelola perpustakaan desa, serta tokoh masyarakat,kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Buol Dr Moh.Nasir Dj Daimaroto SH.MH.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dr.Luciana Bakulu,S.Sos ,M.Si, mengatakan bahwa perpustakaan desa saat ini bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku yang berdebu.
”Kita harus mengubah paradigma lama. Perpustakaan desa harus menjadi pusat belajar masyarakat sepanjang hayat atau center of excellence di tingkat desa,” ujar Luciana.
Beliau menjelaskan bahwa melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), perpustakaan diharapkan mampu memfasilitasi masyarakat untuk melatih keterampilan (skill) yang dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Mengakhiri sambutannya, Kepala dinas berharap sosialisasi ini tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan ada aksi nyata dari para kepala desa untuk menghidupkan kembali pojok-pojok baca yang ada.
”Literasi adalah jalan menuju kesejahteraan.
Jika masyarakatnya cerdas dan literat, maka desa tersebut akan lebih cepat maju dan mandiri,” tutupnya dengan penuh optimisme.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa perpustakaan desa tidak boleh lagi dipandang sebelah mata atau hanya dianggap sebagai simbol fisik semata.
Ia menyoroti fenomena perpustakaan yang memiliki gedung namun tidak memiliki aktivitas literasi yang berdampak bagi masyarakat.
Literasi sebagai Kunci Kemajuan
Wakil Bupati menyampaikan pesan kuat bahwa perpustakaan adalah “senjata” utama untuk melawan kebodohan.
Ia mengajak seluruh elemen desa untuk mengubah pola pikir mengenai peran perpustakaan di era modern.
”Mulai hari ini, seluruh desa dan kelurahan memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan apakah perpustakaan di wilayahnya benar-benar hidup, berkembang, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Ini bukan sekadar kegiatan biasa, ini adalah tantangan terbuka,” tegasnya.
#gobidik_
Tidak ada komentar